- Keraton Kasunanan Surakarta tengah memanas setelah dua sosok dinobatkan sebagai penerus tahta Pakubuwono XIV.Kondisi ini menimbulkan ketegangan di dalam kompleks keraton, bahkan aparat kepolisian dan TNI terlihat berjaga di lokasi pada Kamis .Kedua kubu yang berseteru adalah pihak KGPAA Hamengkunegoro, putra bungsu mendiang Pakubuwono XIII, dan pihak KGPH Hangabehi yang dinobatkan oleh Lembaga Dewan Adat (LDA).Keduanya sama-sama mengklaim diri sebagai raja yang sah, masing-masing dengan dasar dan legitimasi berbeda.Baca juga: Pegiat Sejarah Tanggapi Dualisme Takhta di Keraton Solo: Keraton Milik Dinasti, Bukan PeroranganLembaga Dewan Adat (LDA) menobatkan KGPH Hangabehi sebagai Pakubuwono XIV penerus tahta Keraton Solo, Kamis di Sasana Handrawina.Ketua LDA yang juga adik mendiang Pakubuwono XIII, GRAy Koes Murtiyah Wandansari, menegaskan bahwa Hangabehi merupakan sosok yang sah menjadi penerus tahta.Menurutnya, Hangabehi adalah putra tertua dari Pakubuwono XIII. Ia menilai pengangkatan permaisuri GKR Pakubuwono XIII, ibu dari KGPAA Hamengkunegoro, tidak sah sehingga pengangkatan putra mahkota pun dianggap tidak sah.“Kami berpegang pada yang namanya hak Gusti Allah yang memberikan. Gusti Behi yang sekarang Pakubuwono XIV kan tidak minta kepada Allah untuk dilahirkan lebih tua daripada Purbaya. Dan itu sudah ditekankan dijadikan acuan paugeran. Bahwa kalau tidak punya permaisuri ya sudah, anak laki-laki tertua. Tapi kan direkayasa seakan-akan ada permaisuri, ada surat wasiat, ada pengangkatan adipati anom sebelumnya, baru akan kita kaji secara hukum,” jelasnya.Baca juga: LDA Nobatkan KGPH Hangabehi sebagai Pakubuwono XIV, Dualisme di Keraton Surakarta Semakin PanasSementara itu, kubu KGPAA Hamengkunegoro menegaskan bahwa pengangkatannya sebagai Pakubuwono XIV dilakukan berdasarkan wasiat mendiang Pakubuwono XIII.Putri tertua almarhum, GKR Timoer Rumbay Kusuma Dewayani, memastikan prosesi jumenengan Hamengkunegoro akan tetap digelar pada Sabtu .“Masih berjalan. Nanti kita pikirkan. Masih tetap sudah 70 persen berjalan. Tetap seperti upacara adat yang kita jalankan,” jelasnya.GKR Timoer menyesalkan adanya kerabat yang menggelar prosesi adat lain di luar kesepakatan keluarga besar Pakubuwono XIII.“Saya hanya kasihan keraton dipecah belah seperti ini. Seperti mengulang suksesi PB XIII yang lalu. Saya sedih saja Gusti Mangkubumi bisa berkhianat dengan kami putra-putri, kakak-kakak dan adik-adiknya. Itu saja yang saya sesalkan,” ujarnya.GKR Timoer juga menyebut pengangkatan Hamengkunegoro disaksikan oleh sejumlah pejabat, di antaranya Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, dan Wali Kota Solo Respati Ardi.Maha Menteri KGPA Tedjowulan hadir dalam penobatan KGPH Hangabehi di Sasana Handrawina, Kamis .
(prf/ega)
Dua Putra Raja di Tahta Pakubuwono XIV, KGPAA Hamengkunegoro dan KGPH Hangabehi
2026-01-12 12:12:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 11:55
| 2026-01-12 10:49
| 2026-01-12 10:22










































