Polisi: Ayah Tiri Alvaro Diduga Bunuh Diri di Ruang Konseling Polres Jaksel

2026-01-14 06:52:14
Polisi: Ayah Tiri Alvaro Diduga Bunuh Diri di Ruang Konseling Polres Jaksel
Polisi mengungkap fakta baru terkait ayah tiri Alvaro Kiano (6), bocah yang sempat hilang 8 bulan kemudian ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Polisi menjelaskan ayah tiri Alvaro berinisial AI diduga bunuh diri di ruang konseling Polres Metro Jakarta Selatan."Yang bersangkutan diduga bunuh diri di dalam ruang konseling. Bukan di sel tahanan," terang Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Senin (24/11/2025).Seperti diketahui, bocah diduga Alvaro ditemukan dalam keadaan meninggal dunia kemarin setelah hilang 8 bulan. Polisi akan melakukan tes DNA untuk memastikan benar atau tidaknya itu Alvaro."Tapi kita butuh kepastiannya dulu melalui pengecekan DNA dan pemeriksaan labfor ya," kata Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, kepada wartawan, Minggu (23/11).Ibu Alvaro, Arumi, diketahui sedang dalam perjalanan dari Malaysia ke Jakarta untuk menjalani tes DNA. Tugimin terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian dalam kepulangan sang ibu ke Jakarta."Sekarang lagi dalam perjalanan. Namun kita belum bisa komunikasi karena mungkin dalam perjalanan," ujar Tugimin.Simak Video Kapolres Jaksel Benarkan Tersangka Penculik Alvaro Bunuh Diri[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-01-14 06:12