Korban Ledakan SMAN 72 Tulis Pesan dari ICU, "Tolong, Ma, Ayah, Ini Harus Diusut..."

2026-01-15 01:55:59
Korban Ledakan SMAN 72 Tulis Pesan dari ICU,
JAKARTA, – Korban ledakan di SMAN 72 Jakarta, LH (16), menyampaikan pesan menyentuh kepada orangtuanya usai menjalani perawatan intensif di ICU Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) Cempaka Putih, Jakarta Pusat.Dalam kondisi luka bakar berat dan kesulitan berbicara, LH menulis pesan di selembar kertas, “tolong, Ma, Ayah. Ini harus diusut.”Pesan itu disampaikan ayah LH, Andri (41), kepada wartawan saat ditemui di RSIJ Cempaka Putih, Selasa .“Ini yang terakhir kemarin (tulisan yang disampaikan), ‘tolong, Ma, Ayah, ini harus diusut’,” ujar Andri.Baca juga: Pasca-ledakan, Pemprov Sediakan Mobil Konseling Gratis di SMAN 72 Jakarta“Maksudnya dia tolong mama, ayah, ini harus diusut secepat mungkin. Ini permintaan anak saya. Berharap dari penegak hukum, polisi agar segera diusut. Kalau bisa ini (diusut) secara terbuka,” tegasnya.Andri mengatakan, sebagai orangtua korban, ia berharap penyidik dapat memberikan keterangan yang jelas mengenai peristiwa ledakan di sekolah anaknya. Penjelasan itu penting karena merupakan permintaan langsung dari LH.“Biar saya sampaikan ke anaknya biar dia lebih semangat lagi buat sembuh. Jadi jangan, enggak usah ditutupi. Kalau bisa terbuka lah,” tutur Andri.“Sampai sekarang pelakunya juga enggak tahu ke mana. Apa dia di sini, apa dia masih hidup apa bagaimana?” tambahnya.Karena mengalami luka bakar parah di wajah, kepala, lengan kiri, dada, dan kaki kiri, LH sulit berbicara. Kepala serta sebagian besar tubuhnya diperban, sementara ventilator masih terpasang di mulutnya. Akibat kondisi itu, LH hanya bisa berkomunikasi lewat tulisan.“Sehingga komunikasi bisa dilakukan dengan menulis di kertas. Itu pun bertahap,” ungkap Andri.Baca juga: Anggota DPR Sambut Baik Wacana Pembatasan Game Online Imbas Ledakan di SMAN 72“Saat pertama menulis itu, di dalam itu dia berbicara sama dokter, pertama kali yang dia tanyakan LH kenapa ada di sini?” katanya sambil menunjukkan kertas-kertas berisi tulisan tangan anaknya.Andri mengungkapkan, putranya akan menjalani operasi kedua pada Selasa sore untuk memperbaiki luka bakar yang cukup parah.“Kata dokter luka bakarnya itu parah banget. Kalau operasi yang pertama yang lalu untuk bagian wajah, kepala. Kan ada serpihan yang mengenai tulangnya (tulang pipi) sempat hancur. Operasi yang pertama itu bagian muka (tulang pipi, wajah luka),” jelas Andri.“Saat ini kondisi anak saya sudah stabil. Kata dokter tingkat sadarnya itu agak lebih membaik,” tambahnya.Ledakan terjadi di masjid SMAN 72 Jakarta pada Jumat sekitar pukul 12.15 WIB, saat salat Jumat berlangsung. Masjid tersebut berada di dalam kompleks Kodamar TNI Angkatan Laut, Kelapa Gading, Jakarta Utara.


(prf/ega)