Championship Liga 2: Pesta 7 Gol, Garudayaksa FC Kembali ke Jalur Kemenangan

2026-01-15 02:20:54
Championship Liga 2: Pesta 7 Gol, Garudayaksa FC Kembali ke Jalur Kemenangan
- Garudayaksa FC kembali meraih kemenangan dalam lanjutan Championship Liga 2 2025-2026.Klub transformasi PSKC Cimahi ini baru saja mencukur tamunya Sriwijaya FC dengan skor telak 7-2 di Stadion Pakansari, Kab. Bogor, Selasa . Bertanding di depan publik sendiri, Garudayaksa yang pekan lalu secara mengejutkan keok dari Sumsel United langsung tancap gas sejak awal.Mereka unggul 2-0 di babak pertama berkat gol Everton pada menit ke-5 dan Dedi Tri Maulana (32'). Semenit usai turun minum, Garudayaksa FC menambah keunggulan melalui aksi Vicente Concha.Baca juga: Hasil Championship Liga 2: Magi Pelatih Anyar, Persikad Depok Menang BeruntunSriwijaya FC sempat membalas dua gol, namun kubu tuan rumah mengamuk dan menggelontorkan empat gol lagi lewat Ryu Seong-woo (64'), Roken (90+1'), Taufik Hidayat (90+5'), dan penalti Asep Berlian (90'). Kemenangan telak atas Sriwijaya FC membuat Garudayaksa FC semakin kokoh di puncak klasemen sementara Grup 1 Championship Liga 2 2025-2025 dengan perolehan 23 poin.Mereka unggul lima dari pesaing terdekat Adhyaksa FC Banten. Baca juga: Jadwal Liga 2 Championship: Persipura Vs Persipal, Persiba Vs PSS SlemanPelatih Garudayaksa FC, Khamid Mulyono, tak menampik timnya sempat hilang fokus ketika sedang unggul 3-0, sehingga Sriwijaya FC bisa mencuri dia gol.Beruntung para pemain mampu mengendalikan situasi dan kembali ke treknya."Memang ada miskomunikasi, tapi alhamdulillah para pemain kembali fokus. Hasil ini adalah langkah pertama kami di putaran kedua. Dari sini akan menentukan langkah selanjutnya dalam setiap match," kata Khamid usai laga. "Satu hal yang perlu saya ingatkan kepada para pemain yaitu jangan sampai terlena mengingat perjalanan masih panjang. Sadari awal target kami adalah promosi ke Liga 1 musim depan," ujarnya. Berikutnya, Garudayaksa akan menjalani dia laga tandang secara beruntun di sisa bulan November, antara lain menghadapi Persekat Tegal (19 November) dan PSPS Pekanbaru (24 November). Adapun Garudayaksa FC memuncaki klasemen sementara Grup 1 dengan raihan 23 poin, diikuti Adhyaksa FC (18), FC Bekasi City (14), Sumsel United (14), Persikad Depok (12), PSMS Medan (12), PSPS Pekanbaru (12), Persiraja Banda Aceh (11), Persekat Tegal (8), dan Sriwijaya FC (2).


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-01-15 00:41