JAKARTA, - Ketika banyak bursa saham dunia mengalami penurunan jumlah perusahaan tercatat, pasar modal Indonesia justru mencatat pertumbuhan, sekalipun persentasenya terbilang kecil. Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), I Gede Nyoman Yetna, mengatakan secara global banyak bursa saham mengalami penurunan jumlah perusahaan tercatat. Namun kondisi di Indonesia justru berbeda. Meskipun pertumbuhannya tidak besar, angka perusahaan yang melantai di pasar modal Tanah Air masih tumbuh sekitar 1 persen hingga kini. Menariknya, bukan hanya jumlah, nilai penghimpunan dana atau rata-rata fundraising di pasar modal meningkat, terutama berasal perusahaan cukup besar yang masuk kategori lighthouse IPO. “Nah, teman-teman sekalian, di belahan dunia itu terjadi memang penurunan dari sisi jumlah perusahaan yang tercatat di Bursa. Di Indonesia, sedikit tetap bertumbuh 1 persen sampai dengan saat ini, sementara di tempat lain itu malah turun,” ujar Nyoman saat ditemui di gedung BEI, Jakarta Selatan, Kamis . “Yang menarik di Bursa Indonesia, dari sisi jumlah memang kita akui turun, namun ingat dari sisi average fundraising-nya meningkat. Lighthouse IPO yang kategori sizable IPO itu meningkat,” paparnya. Baca juga: Asing Masih Enggan Masuk ke Bursa Saham Indonesia, Ini Biang Keroknya IPO berskala besar menjadi sinyal positif bagi market deepening dan daya tarik Indonesia di mata investor global. BEI sebelumnya menargetkan lima lighthouse IPO pada tahun ini, dan seluruh target tersebut tercapai hingga November 2025. Bahkan, kini ada tambahan tiga perusahaan besar yang siap melantai di bursa. Nyoman menyebut meski BEI tetap menjadi wadah bagi pertumbuhan perusahaan kecil dan menengah, tren yang paling menarik justru datang dari perusahaan berskala besar. Menurutnya, peningkatan lighthouse IPO dan kenaikan rata-rata nilai penghimpunan dana akan memperkuat kepercayaan investor global. “Kemarin saya sampaikan bahwa kita target lima, saat ini limanya sudah tercapai di bulan November ini. Ada tiga tambahan lighthouse yang tadi saya sampaikan. Artinya apa? Kita lihat yang sizable IPO. Jadi Bursa tetap untuk tempat bertumbuh perusahaan-perusahaan kecil dan menengah, iya. Tapi perkembangan yang menarik adalah lighthouse IPO semakin meningkat,” bebernya. Baca juga: BREN dan BRMS Masuk MSCI Global Standard Indexes, Simak Prospek Sahamnya Kehadiran perusahaan-perusahaan besar yang melantai di bursa berpotensi masuk ke dalam konstituen indeks internasional, yang akhirnya bisa memperluas eksposur dan pengakuan pasar modal Indonesia di kancah internasional. “Hal ini yang kita harapkan nanti memperkuat market deepening dan meningkatkan kepercayaan global. Karena perusahaan-perusahaan besar mungkin menjadi bagian dari konstituen indeks internasional. Jadi teman-teman, lighthouse IPO meningkat, fundraising rata-rata juga meningkat,” ucap Nyoman. Selain pertumbuhan emiten, BEI juga mencatat perkembangan pesat di berbagai instrumen pasar modal. Dari target 340 penerbitan instrumen keuangan, terdiri dari saham, obligasi, hingga structure product, realisasinya hingga November melampaui target atau mencapai lebih dari 140 persen. Baca juga: 3 Saham Berpotensi Masuk MSCI, BREN Jadi Kandidat Kuat dari Sektor Energi Tahun depan, BEI menargetkan peningkatan jumlah instrumen menjadi 555. “Di tahun ke depan angkanya menarik, 555. Dari 340 menjadi 555. Artinya apa? Kita optimis dengan pertumbuhan perekonomian kita. Nah teman-teman juga bisa melihat indikator perekonomian kita dan melihat perkembangan pasar modal,” lanjutnya. Dari sisi investor, pertumbuhan juga tercermin jelas. Jumlah investor di pasar modal meningkat hampir 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu bertahan stabil di kisaran 8.000 poin. Ia menambahkan, BEI akan terus menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan. “Saya regulator, saya jagain. Jadi itu mekanisme dari pasar. Jadi yang kita lakukan adalah apa yang dapat kita lakukan untuk tetap bertumbuh,” ucap Nyoman.
(prf/ega)
BEI: Saat Jumlah Perusahaan Tercatat di Bursa Global Turun, Pasar Modal RI Justru Tumbuh
2026-01-12 15:13:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 15:23
| 2026-01-12 15:14
| 2026-01-12 15:07
| 2026-01-12 13:22










































