Wamensos Apresiasi Filantropi-Masyarakat Bantu Korban Bencana Sumatera

2026-01-16 00:07:56
Wamensos Apresiasi Filantropi-Masyarakat Bantu Korban Bencana Sumatera
Kementerian Sosial (Kemensos) bekerja sama dengan sejumlah mitra menggelar Run For Solidarity untuk korban bencana alam di Sumatera. Kegiatan lari ini digelar di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dengan jarak 10K, 5K, dan 3K, melibatkan total 10 ribu peserta dari berbagai latar belakang.Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah, filantropi, dunia usaha, dan masyarakat yang bergotong royong membantu korban banjir serta longsor di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. "Untuk itu, saya atas nama Kemensos ucapkan terima kasih dan hormat yang setinggi-tingginya kepada filantropi, kepada CSR dunia usaha dan kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan terlibat aktif," kata Agus Jabo, dalam keterangan tertulis, Minggu (21/12/2025).Lebih lanjut, Agus Jabo menjelaskan acara Run for Solidarity menjadi puncak peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) 2025. Ia menegaskan, rangkaian kegiatan HKSN 2025 merupakan wujud solidaritas seluruh pihak bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera."Rangkaian kegiatan HKSN tahun ini adalah bentuk solidaritas kepada saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah bencana banjir dan longsor di Sumatera, baik itu di Aceh, Sumatera Utara maupun Sumatera Barat. Kita berharap semoga situasi segera pulih dan kehidupan bisa normal kembali," jelasnya.Dalam kegiatan Run For Solidarity, selain berolahraga, peserta juga diajak berdonasi melalui barcode yang tersedia di berbagai titik lokasi acara sebagai bagian dari gerakan kemanusiaan bersama. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memperkuat bantuan sosial, pemberdayaan masyarakat, dan pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatera.Tak hanya itu, Agus Jabo pun mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat solidaritas."Mari kita terus perkuat solidaritas, persatuan kita, gotong royong kita sebagai jati diri Bangsa Indonesia agar kita menjadi bangsa yang kuat, bangsa yang mandiri, bangsa yang adil dan makmur," tegasnya.Sejak rangkaian peringatan HKSN 2025 dimulai satu pekan lalu hingga pelaksanaan Run For Solidarity hari ini, donasi yang terkumpul melalui Kitabisa mencapai Rp371.438.062. Ditambah donasi dari Orang Baik di Kitabisa sebesar Rp400 juta, total donasi mencapai Rp 771.438.062.Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah hingga batas akhir galang dana pada 25 Desember 2025. Masyarakat yang ingin berdonasi dapat mengakses tautan: kitabisa.com/bersamabantusumatrabangkit. Selain donasi dari Kitabisa, bantuan juga datang dari filantropi dan dunia usaha dengan total mencapai Rp 246.739.622.220. UNIQLO turut memberikan dukungan berupa 15.500 kaos, 6.500 pakaian, 1.000 snack box, serta donasi uang senilai Rp1,1 miliar.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Pendekatan “heritage meets modern” tersebut akan menjadi salah satu strategi utama Bata ke depan. Bata, kata Panos, ingin menghidupkan identitas lama yang disukai generasi sebelumnya, tetapi dihadirkan dengan desain yang sesuai selera generasi baru.Transformasi tidak hanya terjadi pada produk, tetapi juga pada retail experience. Laporan Tahunan 2024 menyebut bahwa seluruh toko Bata kini mengadopsi konsep modern-minimalis Red 2.0.Namun, bagi Panos, esensi modernisasi toko bukan sekadar tampil fashionable.“Bagi saya yang penting adalah membuat belanja lebih mudah dengan cara yang sangat sederhana,” ungkapnya. Ia membayangkan toko Bata sebagai ruang yang tidak berantakan, produk yang terkurasi jelas, dapat memandu konsumen tanpa membuat mereka bingung, serta menampilkan fokus utama pada produk.“Kami akan menaruh usaha lebih besar pada produk dan membimbing konsumen ke produk itu, product first,” katanya.Baca juga: Bukan Merek Lokal, Ini Sosok Pendiri Sepatu BataLaporan tahunan 2024 juga menunjukkan penguatan digital Bata secara signifikan, mulai dari integrasi pembayaran digital (Gopay, ShopeePay, OctoPay, Visa Contactless), kolaborasi dengan key opinion leader (KOL), serta penguatan Bata Club sebagai program loyalitas.Upaya itu sejalan dengan visi Panos untuk membawa Bata lebih dekat ke generasi muda Indonesia. Apalagi, generasi ini berbelanja secara omnichannel dan peka terhadap brand yang punya nilai jelas.Panos menilai, generasi muda juga punya kepekaan terkait asal-usul produk. Menurutnya, konsumen masa kini memperhatikan bagaimana sepatu dibuat, mulai dari aspek keberlanjutan (sustainability), lokasi pembuatan produk, hingga siapa yang mengerjakannya.Bata Indonesia sendiri telah melakukan sejumlah langkah keberlanjutan nyata, seperti optimalisasi konsumsi energi, efisiensi rantai pasok, penggunaan teknologi hemat energi, dan tata kelola material yang lebih baik.“Sustainability bukan sesuatu yang kamu pasarkan. Sustainability adalah sesuatu yang kamu jalani dan kamu wujudkan setiap hari,” tegasnya.Upaya modernisasi Bata, mulai dari kurasi produk, perbaikan toko, hingga penguatan kanal digital, pada akhirnya kembali pada satu tujuan, yakni menjawab kebutuhan konsumen Indonesia hari ini. Setelah melewati masa restrukturisasi, Bata ingin memastikan bahwa setiap langkah transformasi benar-benar berangkat dari pemahaman terhadap perilaku dan ekspektasi masyarakat Indonesia yang terus berkembang.Di sinilah Panos melihat kekuatan besar yang dimiliki Bata selama puluhan tahun di Indonesia, yaitu hubungan emosional yang terbangun secara alami dengan konsumennya.Baca juga: Sepatu Bata, Sering Dikira Produk Lokal Ternyata Berasal dari Ceko“Konsumen Indonesia sangat loyal. Jauh lebih loyal jika dibandingkan banyak konsumen lain di dunia,” kata Panos.Namun, ia mengingatkan bahwa loyalitas bukan sesuatu yang bisa dianggap pasti. “Kami harus relevan untuk konsumen hari ini, lebih terhubung dengan audiens muda, dan membawa mereka kembali masuk ke Bata,” tuturnya. Upaya untuk kembali relevan di mata konsumen tidak bisa berdiri sendiri. Menurut Panos, transformasi Bata hanya bisa berjalan jika dukungan internal juga kuat dan keyakinan dari orang-orang yang bekerja di baliknya.“Setelah Covid, keyakinan itu selalu turun. Padahal, kepercayaan internal itu sangat penting,” katanya.Maka dari itu, Panos ingin seluruh tim melihat arah baru Bata sebagai momentum untuk bangkit bersama.“Kami akan membutuhkan lebih banyak karyawan untuk berkembang dan menjadi lebih kuat di Indonesia,” katanya.Dengan fondasi internal yang diperkuat dan strategi baru yang mulai berjalan, Panos memandang masa depan Bata di Indonesia dengan keyakinan yang besar. Baginya, transformasi yang sedang dilakukan tidak hanya soal restrukturisasi, modernisasi produk, atau pembaruan toko, tetapi juga membangun hubungan yang lebih bermakna dengan konsumen.“Saya berharap ketika datang lagi ke sini, saya bisa merasa bangga terhadap Bata. Bangga melihat Bata tersedia untuk konsumen yang lebih luas, melihat pelanggan datang ke Bata dan bisa merasakan mereka menyukainya,” harapnya.Baca juga: Sejarah Sepatu Bata, Merek Eropa yang Sering Dikira dari IndonesiaIa juga menginginkan pertumbuhan yang tidak hanya tecermin dalam penjualan atau jumlah toko, tetapi juga dalam cara masyarakat Indonesia memaknai kehadiran Bata setelah lebih dari 90 tahun berada di tengah mereka.“Saya ingin Bata berarti sesuatu bagi Indonesia serta berkata, ‘Saya tumbuh bersama Bata. Bata adalah perusahaan lokal sekaligus global dan Bata mengerti saya’,” katanya. Panos melihat Indonesia bukan sekadar pasar besar, melainkan rumah penting bagi perjalanan panjang Bata. Dengan arah baru, strategi yang lebih fokus, dan loyalitas konsumen yang kuat, ia yakin Bata akan kembali menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia untuk waktu yang lama.

| 2026-01-15 22:14