Pelaku Penusukan Sadis di Pasar Gaplok Jakpus Ditangkap

2026-01-14 10:28:37
Pelaku Penusukan Sadis di Pasar Gaplok Jakpus Ditangkap
Polisi menangkap pelaku penusukan sadis di Pasar Gaplok, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat berinisial H (35). Polisi berhasil dibekuk saat bersembunyi di Kampung Wanasari, Cilebut Timur, Bogor.Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro menjelaskan bahwa pelaku melakukan aksinya pada Rabu (19/11/2025) pagi. Kala itu korban berinisial R (24) baru keluar dari kamar mandi pasar."Peristiwa terjadi Rabu pagi. H menyerang korban dengan golok di dada kiri setelah melihat R keluar dari kamar mandi Pasar Gaplok," kata Susatyo melalui keterangan tertulis, Sabtu (22/11/2025).Setelah melakukan aksinya, pelaku langsung melarikan diri. Sementara korban segera dilarikan ke RSCM Jakarta untuk mendapatkan pertolongan medis. Tiga hari bersembunyi, pelaku akhirnya berhasil berhasil ditangkap sekitar pukul 05.30 WIB pagi ini.Polisi belum menjelaskan lebih rinci terkait motif dan hubungan pelaku dengan korban. Susatyo hanya menegaskan tak akan memberikan toleransi terhadap tindakan kriminal."Ini tindakan kriminal yang tidak bisa ditoleransi. Tidak ada ruang bagi siapa pun untuk melakukan kekerasan di tempat umum. Pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum," tegasnya.Dia menyatakan hukum akan ditegakkan bagi siapa pun dan setiap tindakan kriminal. Karena itu, dia mengimbau masyarakat agar tak mudah terpancing emosi yang berujung pada kekerasan."Kami ingin memberikan pesan tegas, siapapun yang mencoba melakukan kekerasan di ruang publik, kami akan hadir dan menangkapnya. Polisi akan bergerak cepat untuk memastikan keamanan masyarakat," katanya.Sementara, Kapolsek Senen, AKP Andre Tri Putra menerangkan bahwa pelaku ditangkap tanpa perlawanan. Pelaku mengakui perbuatannya."Begitu kami mendapatkan informasi keberadaan pelaku, tim langsung bergerak. Pelaku ditangkap tanpa perlawanan dan mengakui perbuatannya. Ia juga menunjukkan lokasi penyimpanan golok di kontrakannya di Tanah Tinggi," jelas AndreDari kontrakan pelaku, polisi menyita barang bukti berupa sebilah golok sepanjang ±40 cm beserta sarung kayu coklat, kaos hitam bergaris merah-abu, dan celana panjang coklat yang digunakan pelaku saat kejadian.Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan dengan ancaman hukuman maksimal 2 tahun 8 bulan penjara.Lihat juga Video Motif Penusukan di Denpasar: Pelaku Tersinggung Ditatap Korban[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Balai Gakkumhut Wilayah Jabalnusra telah melakukan penelusuran lapangan pada Minggu, 25 Oktober 2025. Titik yang diduga tambang ilegal berada di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, sekitar 11 km (±30 menit) dari Sirkuit Mandalika. Verifikasi awal menunjukkan tambang rakyat di APL ±4 hektare yang berbatasan dengan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Prabu.Ekspansi sawit memperlihatkan bentuk lain dari keyakinan berlebihan manusia. Sawit dijanjikan sebagai motor ekonomi baru tetapi kita jarang bertanya mengapa keberhasilan ekonomi harus selalu diukur dengan skala penguasaan lahan.Dengan mengganti keanekaragaman hutan menjadi monokultur sawit manusia sedang menghapus ingatan ekologis bumi. Kita menciptakan ruang yang tampak hijau tetapi sebenarnya mati secara biologis. Daun daun sawit yang tampak subur menutupi kenyataan bahwa di bawahnya berkurang kehidupan tanah yang dulu kaya mikroorganisme.Kita menggantikan keindahan struktur alam dengan pola bisnis yang mengabaikan kerumitan ekologis. Sebuah bentuk kesombongan manusia yang percaya bahwa alam akan selalu menyesuaikan diri tanpa batas.Tambang adalah babak lain dari cerita yang sama tetapi dengan luka yang lebih dalam. Kawasan tambang yang menganga seperti tubuh bumi yang dipaksa menyerahkan organ vitalnya bukan karena kebutuhan manusia tetapi karena ketamakan ekonomi. Kita menukar keindahan hutan tropis dengan bongkahan mineral yang akan habis dalam beberapa tahun.Kita merusak sungai yang mensuplai kehidupan masyarakat setempat demi bahan baku industri global. Namun politik pembangunan sering memandang aktivitas tambang sebagai harga yang wajar untuk kemajuan nasional. Dalam kenyataan sesungguhnya tambang meninggalkan ruang kosong yang tidak bisa sepenuhnya pulih bahkan setelah beberapa generasi.Baca juga: Mengapa Perkebunan Sawit Merusak Lingkungan?Inilah ironi dari proyek kemajuan yang terlalu yakin pada dirinya sendiri. Ia lupa bahwa bumi memiliki daya dukung yang terbatas dan bahwa setiap luka ekologis akan kembali menghantam manusia. Jika kita melihat seluruh fenomena ini dengan lensa filsafat sains maka krisis lingkungan Indonesia bukan semata masalah teknis tetapi masalah epistemologis.Kita salah memahami posisi kita dalam alam. Kita bertindak seolah lebih tahu daripada alam sendiri. Kita percaya bahwa teknologi mampu mengatasi semua masalah padahal teknologi hanya memberikan solusi pada sebagian kecil dari apa yang kita rusak.

| 2026-01-14 08:30