Arab Saudi Nyatakan UEA sebagai Ancaman Usai Pergoki Kiriman Senjata ke Yaman

2026-01-16 11:14:50
Arab Saudi Nyatakan UEA sebagai Ancaman Usai Pergoki Kiriman Senjata ke Yaman
AL MUKALLA, - Arab Saudi pada Selasa menyebut Uni Emirat Arab (UEA) melakukan tindakan berbahaya, setelah Riyadh menyerang pengiriman senjata untuk separatis di Yaman selatan.Dalam pernyataan resmi, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menegaskan bahwa tindakan UEA dapat menggoyahkan stabilitas kawasan.“Langkah-langkah yang diambil oleh UEA dianggap sangat berbahaya,” bunyi pernyataan itu, dikutip dari kantor berita AFP.Baca juga: Arab Saudi Bombardir Yaman, Targetkan Separatis yang Didukung Uni Emirat Arab“Kerajaan menekankan bahwa setiap ancaman terhadap keamanan nasionalnya adalah garis merah, dan Kerajaan tidak akan ragu untuk mengambil semua langkah serta tindakan yang diperlukan untuk menghadapi dan menetralisir ancaman tersebut,” lanjutnya.Pernyataan ini keluar beberapa jam setelah koalisi pimpinan Saudi menyerang pengiriman senjata yang ditujukan untuk pasukan separatis di Yaman selatan.Serangan tersebut menyasar dua kapal yang diklaim membawa peralatan militer dari UEA ke pelabuhan Al Mukalla, wilayah yang kini dikuasai oleh Dewan Transisi Selatan (STC) yang didukung Abu Dhabi.Dalam laporan yang disampaikan melalui kantor berita Pemerintah Saudi, koalisi menyebut telah melancarkan operasi terbatas yang menargetkan senjata dan kendaraan tempur yang diturunkan dari dua kapal tersebut.“Mengingat bahaya dan eskalasi yang ditimbulkan oleh senjata-senjata ini... Angkatan udara koalisi melakukan operasi militer terbatas pagi ini,” demikian pernyataan koalisi.Rekaman dari AFP memperlihatkan puluhan kendaraan militer dan truk pikap terparkir di pelabuhan, beberapa di antaranya hangus terbakar dan disiram air oleh petugas.Seorang pejabat pelabuhan menyebutkan bahwa peringatan evakuasi diterima sekitar pukul 04.00 pagi waktu setempat.Baca juga: Serangan Udara Arab Saudi Gempur Separatis Yaman di HadhramautAFP/MOHAMMED HUWAIS Seorang jurnalis foto mengambil gambar asap, usai Israel serang Yaman di ibu kota Yaman, Sana'a, yang dikuasai Houthi, pada 24 Agustus 2025.Menanggapi serangan itu, Ketua Dewan Kepemimpinan Kepresidenan Yaman, Rashad Al Alimi, mengumumkan keadaan darurat nasional selama 90 hari.Ia juga membatalkan pakta keamanan dengan UEA dan meminta agar semua pasukan Emirat yang ada di wilayah Yaman ditarik dalam waktu 24 jam.Riyadh mendukung langkah ini dan mendesak Abu Dhabi agar segera menghentikan dukungan keuangan serta militer bagi kelompok-kelompok separatis.Namun, STC yang juga termasuk bagian dari pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional, menolak keputusan tersebut.Anggota STC menyatakan, keputusan dewan justru bisa memicu konfrontasi baru dan merusak hubungan dengan sekutu regional.Ketegangan Arab-UEA menandai memburuknya hubungan kedua negara, yang selama ini berada dalam satu koalisi dalam konflik Yaman.Saudi dan UEA sebelumnya bersekutu dalam upaya memerangi kelompok Houthi yang didukung Iran, dan menguasai sebagian besar Yaman utara termasuk ibu kota Sana'a.Namun, belakangan ini, separatis yang didukung UEA semakin aktif di Yaman selatan, berusaha menghidupkan kembali negara Yaman Selatan yang dulu merdeka sebelum bergabung dengan Yaman Utara.Kemajuan cepat yang diraih kelompok separatis beberapa pekan terakhir disebut-sebut mempermalukan Saudi sebagai pendukung utama Pemerintah Yaman yang sah.Baca juga: Modal Visa Umrah, Puluhan Ribu Warga Pakistan Jadi Pengemis di Arab Saudi


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-01-16 10:35