- Hari Antikorupsi Sedunia yang diperingati setiap 9 Desember menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran internasional mengenai dampak merusak korupsi.Penetapan hari ini tidak lepas dari lahirnya Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa Menentang Korupsi atau UNCAC, instrumen hukum internasional pertama yang secara universal mengikat negara-negara untuk melawan korupsi.Hari Antikorupsi Sedunia ditetapkan oleh Majelis Umum PBB melalui Resolusi 58/4 pada 31 Oktober 2003, bersamaan dengan diadopsinya UNCAC di New York.Baca juga: Hakordia 2025, Pukat UGM: Penanganan Kasus Korupsi Tetap Berjalan tapi Selektif Konvensi ini lahir dari kesadaran global bahwa korupsi bukan hanya merugikan negara secara ekonomi, tetapi juga melemahkan demokrasi, memicu instabilitas, serta merusak sistem hukum.UNCAC kemudian resmi berlaku dua tahun setelahnya, yakni pada Desember 2005, setelah diratifikasi oleh lebih dari 190 negara. UNODC ditunjuk sebagai sekretariat untuk menjalankan konferensi para pihak dan mendorong implementasi konvensi di berbagai negara.Konvensi ini memuat empat pilar besar yaitu pencegahan, penegakan hukum, kerja sama internasional, serta pemulihan aset. Kerangka tersebut menjadikan UNCAC instrumen paling komprehensif yang melibatkan peran pemerintah, masyarakat, sektor swasta, hingga individu.Baca juga: Prabowo Direncanakan Beri Sambutan pada Hakordia 2025 di YogyakartaKorupsi dianggap sebagai ancaman serius bagi pembangunan berkelanjutan. Praktik tersebut memperlemah institusi demokrasi, mengganggu proses pemilu, serta mengikis kepercayaan publik terhadap negara.Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia bertujuan menegaskan nilai transparansi, integritas, dan akuntabilitas sebagai fondasi yang harus dijaga bersama untuk menghadapi persoalan korupsi yang memengaruhi tatanan sosial, politik, dan ekonomi dunia.Indonesia turut merayakan Hari Antikorupsi Sedunia atau Hakordia 2025 dengan puncak acara yang digelar pada 9 Desember 2025 di Yogyakarta.Momentum ini menjadi sarana untuk menegaskan kembali komitmen nasional dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih.Baca juga: KPK Lelang 176 Lot Barang Rampasan Korupsi saat Hakordia 2025, Simak Cara Ikut dan JadwalnyaPada tahun ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengangkat tema Satukan Aksi Basmi Korupsi. Tema tersebut menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, komunitas, dunia pendidikan, hingga generasi muda.Dilansir dari laman resmi KPK, tema ini memiliki dua unsur inti:KPK menekankan bahwa gerakan antikorupsi tidak dapat berjalan hanya oleh satu institusi, tetapi merupakan gerakan bersama lintas sektor dan lintas generasi.Baca juga: Ketua KPK Bertemu Sultan HB X: Bakal Ada Pawai Hakordia 2025 di YogyakartaKPK merilis logo resmi Hakordia 2025 yang memiliki sejumlah elemen visual dengan makna filosofis. Berikut link download logo resminya:Berikut adalah makna dari tiap elemennya:Logo ini dirancang untuk mencerminkan semangat perlawanan terhadap korupsi sekaligus menggambarkan keterlibatan masyarakat yang luas dalam menjaga integritas bangsa.
(prf/ega)
Hari Antikorupsi Sedunia 2025: Sejarah, Tema, Logo Beserta Makna dan Link Download-nya
2026-01-11 23:18:03
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 22:31
| 2026-01-11 22:02
| 2026-01-11 21:59
| 2026-01-11 21:55
| 2026-01-11 21:36










































