Pengangguran di Kota Pasuruan Turun, Laki-laki Lebih Banyak Menganggur Ketimbang Perempuan

2026-01-12 07:42:57
Pengangguran di Kota Pasuruan Turun, Laki-laki Lebih Banyak Menganggur Ketimbang Perempuan
PASURUAN, - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pasuruan merilis data terbaru mengenai Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tahun 2025. Hasilnya, laki-laki tercatat lebih banyak yang menganggur dibandingkan perempuan.Meskipun, secara umum angka pengangguran menurun. TPT di Kota Pasuruan kini berada di angka 4,59 persenData tersebut tercatat berdasarkan hasil Survei Ketenagakerjaan Nasional (Sakernas) periode Agustus 2025, yang diunggah BPS Kota Pasuruan pada bulan Desember ini.Kepala BPS Kota Pasuruan, Imam Sudarmadji, menjelaskan bahwa TPT merupakan indikator utama untuk mengukur sejauh mana tenaga kerja tidak terserap oleh pasar kerja."TPT hasil Sakernas Agustus 2025 sebesar 4,59 persen. Artinya, dari setiap 100 orang angkatan kerja, terdapat sekitar 4 hingga 5 orang penganggur," ujar Imam, Kamis .Baca juga: Khofifah Klaim Lapangan Kerja di Jatim Terus Terbuka dan Tingkat Pengangguran TurunData BPS juga menunjukkan tren positif dalam penyerapan tenaga kerja di Kota Pasuruan sejak tiga tahun terakhir.Angka pengangguran terus mengalami penyusutan secara bertahap. Tahun 2023 sebanyak 5,64 persen, tahun 2024 sebesar 4,63 persen, dan tahun 2025 sebesar 4,59 persen.Meskipun secara akumulatif menurun, terdapat anomali pada komposisi gender. Pada data yang sama, data BPS menunjukkan bahwa tingkat pengangguran laki-laki jauh lebih tinggi daripada perempuan.TPT Laki-laki sebesar 4,95 persen, sedangkan TPT perempuan lebih sedikit yakni sebesar 4,14 persen."Perbedaan angka ini menyiratkan adanya kesenjangan antar jenis kelamin serta variasi pola partisipasi di pasar kerja lokal," ujar Imam.Baca juga: Emilia dan Annabella, Atlet Biliar Asal Pasuruan Raih Perak dan Perunggu di SEA Games 2025Imam menegaskan, penurunan TPT ini menunjukkan perbaikan penyerapan pasar kerja.Namun, menurut dia, pemerintah daerah tetap perlu mengkaji dinamika yang ada agar penurunan ini selaras dengan kualitas pekerjaan."Terutama terkait lapangan pekerjaan, status pekerja, dan keterampilan yang dimiliki oleh tenaga kerja," katanya.Sebagai informasi, dalam definisi BPS, penganggur tidak hanya mencakup mereka yang sedang mencari kerja, tetapi juga warga yang sedang mempersiapkan usaha baru, hingga mereka yang sudah putus asa dalam mencari pekerjaan.Baca juga: PAC PDI-P Pasuruan Laporkan Pengurus DPC ke Kejaksaan Terkait Dana Banpol Rp 3,2 Miliar


(prf/ega)