Kehabisan Bahan Baku dan Gas, SPPG Aceh Beralih ke Pangan Lokal hingga Briket Batu Bara

2026-01-12 04:36:56
Kehabisan Bahan Baku dan Gas, SPPG Aceh Beralih ke Pangan Lokal hingga Briket Batu Bara
Jakarta - Bencana banjir yang melanda Provinsi Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar) mendorong para pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk berkreasi."Kami sedang berupaya untuk mengganti menu dengan menu lokal karena bahan pangan untuk SPPG-SPPG ini mengalami kelangkaan," ujar Kepala Regional SPPG Badan Gizi Nasional (BGN) Aceh, Mustafa Kamal, Rabu .Menurut Mustafa Kamal, mereka sudah berkoordinasi untuk mengusulkan penggantian menu yang selama ini mereka olah, dengan umbi-umbian, kacang-kacangan, tahu tempe dan juga ikan yang dibudidayakan di kolam-kolam warga. Sebab, bahan baku makanan lokal ini masih banyak di wilayah-wilayah Aceh.Advertisement"Bahan makanan lokal ini tersedia di wilayah Aceh Barat, Bireun, dan Pidie," terang dia.Kepala Regional SPPG BGN Aceh ini juga telah bertemu Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh untuk membahas pasokan gas. Sebab, kata Mustafa Kamal, untuk kelancaran pasokan gas, diperlukan waktu 1 sampai 2 bulan lagi. Mereka kemudian berencana mengganti bahan bakar gas dengan briket batu bara."Kemarin kami sudah bertemu ESDM Aceh yang menawarkan briket batu bara," terang dia.Kamal menjelaskan, persoalan lain adalah kelangkaan air bersih dan pasokan listrik. Mereka sudah menghubungi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), namun pihak PDAM masih belum bisa memastikan kapan bisa memperbaiki instalasi air minum yang berantakan pasca banjir."Sampai saat ini, aliran listrik pun masih belum stabil. Sebab banyak instalasi dan jaringan listrik yang terendam banjir," papar Kamal. 


(prf/ega)