Menteri PPPA Tegaskan Kasus Alvaro Tak Boleh Terulang

2026-01-12 04:37:56
Menteri PPPA Tegaskan Kasus Alvaro Tak Boleh Terulang
JAKARTA, - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menyatakan, kasus kematian Alvaro Kiano Nugroho, bocah berusia 6 tahun yang hilang karena diculik dan dibunuh oleh ayah tirinya tidak boleh terulang.Berkaca dari kasus Alvaro, Arifah meminta masyarakat untuk ikut peka terhadap kondisi anak-anak di lingkungan sekitar."Tidak boleh ada lagi anak yang menjadi korban kekerasan ataupun hilang tanpa pengawasan. Masyarakat harus lebih peka terhadap kondisi anak-anak di lingkungan sekitar," kata Arifah dalam siaran pers, Rabu .Baca juga: Berkaca dari Kasus Alvaro, Polisi Diminta Lebih Gesit Tangani PenculikanArifah mengatakan, kasus ini mengingatkan betapa pentingnya mengawasi anak-anak di ruang publik.Pasalnya, anak-anak paling rentan menjadi target kekerasan dan eksploitasi."Perlindungan anak bukan hanya kewajiban pemerintah, tetapi juga tanggung jawab seluruh masyarakat. Kita harus memastikan setiap anak mendapatkan perlindungan penuh," ucap Arifah.Baca juga: Ibu Alvaro Merasa Hancur Mendengar Kabar Anaknya Tewas: Seperti Tersambar Petir"Kewaspadaan kolektif dapat mencegah terulangnya kejadian serupa, terutama terhadap anak-anak yang paling rentan menjadi target kekerasan dan eksploitasi," imbuh dia.Arifah pun menyampaikan dukacita dan meminta pihak kepolisian untuk mengusut penyebab pasti kematian Alvaro.Kementerian PPPA mendukung proses penyelidikan sejalan dengan aparat kepolisian yang memastikan akan melakukan tes DNA terhadap kerangka yang ditemukan.Baca juga: Ayah Tiri Sempat Ancam Culik Alvaro untuk Bujuk Istrinya Rujuk"Kemen PPPA mendukung proses tes DNA untuk memastikan identitas kerangka, siap mendukung proses pemulihan keluarga korban, mendorong langkah-langkah pencegahan melalui edukasi, meningkatkan keamanan lingkungan, kerja sama dengan aparat, dan masyarakat di daerah," ujar Arifah.Diketahui, Alvaro dinyatakan hilang pada 6 Maret 2025.Terakhir kali ia terlihat berada di masjid hingga menjelang waktu berbuka puasa pada bulan Ramadhan.Saat itu, ada seorang pria yang datang dan mengaku sebagai ayah Alvaro.Dari keterangan polisi, pria tersebut adalah Alexander Iskandar, ayah tiri Alvaro.Delapan bulan berlalu, jasad Alvaro ditemukan tinggal kerangka di sekitar Kawasan Kali Cilalay, Tenjo, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu .Alvaro diduga tewas dibekap ayah tirinya yang kemudian menyimpan jenazahnya selama tiga hari sebelum membuangnya ke wilayah Tenjo, Kabupaten Bogor.


(prf/ega)