- Meski curhat ke chatbot AI mungkin terasa mudah dan cepat, teknologi tidak bisa menggantikan evaluasi klinis, empati manusia, atau intervensi terapi yang dibutuhkan. Jika mulai merasakan ada tanda-tanda masalah mental, seperti kecemasan yang mengganggu, suasana hati yang tak stabil, atau kehilangan minat pada hal-hal yang dulu disukai, berkonsultasi ke psikolog atau psikiater menjadi langkah penting untuk mendapatkan bantuan yang tepat. Layanan profesional kesehatan mental bisa didapatkan mulai dari Puskesmas, Rumah Sakit Umum Daerah, RS Swasta, hingga praktik mandiri. Meski demikian, sebaiknya pastikan legalitas dan kompetensi tenaga kesehatan tersebut.Baca juga: Psikolog Klinis di Puskesmas jadi Penolong Awal Masalah MentalDijelaskan oleh psikolog klinis Wahyu Nhira Utami M.Psi, psikolog klinis termasuk dalam tenaga kesehatan yang memiliki kewenangan khusus dalam asesmen, diagnosis, hingga intervensi psikologis."Psikolog klinis memiliki kewenangan klinis yang diatur dalam regulasi resmi. Jadi, masyarakat harus memastikan bahwa psikolog yang mereka datangi memang memiliki izin yang sah," ujar Nhira di sela acara Kongres V Ikatan Psikolog Klinis Indonesia di Jakarta .Di Puskesmas, psikolog klinis berperan sebagai penolong awal masalah-masalah mental dan memiliki kewenangan untuk mendiagnosis dan mengintervensi 30 jenis gangguan mental. Beberapa masalah yang dapat ditangani psikolog klinis antara lain kecemasan, depresi, trauma psikologis, kecanduan, masalah citra tubuh, gangguan makan, autisme, kesulitan belajar, dan masalah perilaku lainnya yang mengganggu pengembangan diri.Baca juga: Jaga Kesehatan Mental Remaja Indonesia, YouTube Gandeng Pemerintah, Psikolog, dan PsikiaterNhira mengatakan, untuk memastikan psikolog klinis yang ditemui memiliki kewenangan dan standar kompetensi, masyarakat bisa mengecek apakah psikolog tersebut memiliki Surat Tanda Registrasi (STR), yang dikeluarkan oleh Konsil Kesehatan Indonesia serta Surat Izin Praktek (SIP)."Jadi supaya nggak ada yang ngaku-ngaku sebagai psikolog yang nanti bilang diagnosis cemas, autis, dan segala macemnya. Harus dicek dulu," saran Nhira.Psikolog klinis yang menjadi anggota Ikatan Psikolog Klinis Indonesia juga bisa dicek melalui situs ipk.id."Bisa cari di kota mana, dan ada lacak psikolog-klinisnya juga. Di situs ini juga ada direktori rumah sakit atau klinik tempat psikolog klinis praktik," katanya.Baca juga: Kapan Waktu Terbaik untuk Bekerja dan Istirahat? Ini Jawaban Psikolog Klinis
(prf/ega)
Sebelum Konsultasi, Pastikan Psikolog yang Dipilih Terdaftar Resmi
2026-01-11 14:42:12
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 15:26
| 2026-01-11 15:24
| 2026-01-11 14:30
| 2026-01-11 13:09










































