Pasca Diguyur Hujan, Area Longsor Cibeunying Cilacap Jadi "Bubur"

2026-01-14 04:26:55
Pasca Diguyur Hujan, Area Longsor Cibeunying Cilacap Jadi
CILACAP, - Memasuki hari keempat pencarian korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, tim SAR gabungan dihadapkan pada tantangan baru.Kondisi tanah di sekitar lokasi berubah menjadi "bubur" setelah wilayah setempat diguyur hujan deras pada Sabtu sore."Tadi malah hujan deras, bahkan posko jadi banjir, sehingga kondisi di lapangan tanah seperti bubur.""Ini menambah tantangan bagi kami di lapangan, sehingga butuh kekompakan," kata Komadan Kodim 0703 Cilacap, Letkol Inf Andi Aziz di lokasi, Minggu .Baca juga: Gubernur Luthfi: Tak Mudah Relokasi Korban Longsor Cibeunying CilacapPantauan di lokasi, sebagian material tanah longsor terbawa aliran air hingga kawasan permukiman warga di bawahnya. Air bercampur lumpur itu mengalir melalui sungai dan selokan.Akibatnya, sejumlah titik jalan desa yang menuju lokasi dipenuhi lumpur. Selain itu, lumpur juga menutup areal persawahan di sekitarnya.Baca juga: Hari Keempat Longsor Cibeunying Cilacap, Alat Berat Ditambah, Area Pencarian Korban DipersempitSementara itu, Kepala Kantor SAR (Basarnas) Cilacap M Abdullah mengatakan, tidak ada pergeseran signifikan pada titik pencarian yang telah ditentukan."Tadi pagi tim telah melakukan assessment awal, tidak ada pergeseran titik-titik yang telah ditentukan," ujar Abdullah.Sekalipun terjadi pergeseran, kata Abdullah, tidak menjadi persoalan karena cakupan area pada masing-masing titik pencarian cukup luas.Baca juga: Longsor Cibeunying Cilacap, Gubernur Luthfi Minta Daerah Rawan Waspada"Masing-masing workseat 500 meter per regu, artinya daerah yang kemungkinan terjadi pergeseran sekitar 1-2 meter, masih terkendali," sebut Abdullah.Diberitakan sebelumnya, dalam operasi pencarian korban longsor di Desa Cibeunying, kembali menambah jumlah alat berat yang diturunkan ke lokasi menjadi 21 unit.Area pencarian juga akan dipersempit dari semula lima titik menjadi empat titik karena di salah satu titik seluruh korban telah dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-01-14 01:55