Update Lalu Lintas Tol Japek, Arus Balik ke Jakarta Ramai Lancar

2026-01-16 08:26:30
Update Lalu Lintas Tol Japek, Arus Balik ke Jakarta Ramai Lancar
JAKARTA, – Arus balik libur Natal mulai menunjukkan tanda-tanda surut. Lalu lintas di Jalan Tol Jakarta–Cikampek pada Senin siang, terpantau ramai lancar. Baik itu ke arah Jakarta maupun arah Cikampek.Berdasarkan pantauan kamera CCTV Jalan Tol yang dikelola Ditjen Bina Marga, arus lalu lintas di Jalan Tol Jakarta-Cikampek terpantau ramai lancar pada Senin siang, baik itu arah Jakarta ataupun arah Cikampek.Meski secara umum kondisi membaik, sejumlah titik masih mengalami kepadatan. Untuk arus menuju Jakarta, antrean kendaraan mulai terlihat di jalur bawah Tol Jakarta–Cikampek.Baca juga: Pekan Ini Ganjil Genap Jakarta Hanya Berlaku 4 HariKOMPAS.COM/FARIDA Kepadatan di Km 55 jalan tol Jakarta - Cikampek , Sabtu pukul 14.30 WIB.Terutama pada kisaran KM 41 hingga KM 34. Sementara di Tol Layang MBZ kepadatan tercatat terjadi dari KM 32 hingga KM 29.Adapun untuk arah sebaliknya, yakni menuju Cikampek, lalu lintas relatif ramai lancar tanpa hambatan signifikan.Sebelumnya, skema contraflow yang diberlakukan pada Minggu telah dihentikan pada Senin dini hari seiring menurunnya volume kendaraan.Baca juga: Daftar Mobil yang Disuntik Mati 2025JASA MARGA Tol Layang Jakarta-Cikampek MBZKorlantas Polri menilai pergerakan kendaraan di koridor Jakarta–Cikampek mulai menunjukkan keseimbangan antara kendaraan yang keluar dan masuk Jakarta.“Ya, pergerakannya sekarang sudah mulai sekitar 2,1 juta kendaraan. Mungkin kendaraan akan berimbang sampai dengan nanti tanggal 31 Desember 2025 dan 1 januari 2026” kata Brigjen Pol Faizal, Dirgakkum Korlantas Polri, dalam keterangan tertulis .Menurutnya, tren pergerakan ini diperkirakan terus berlanjut hingga mendekati pergantian tahun. Meski kondisi saat ini relatif terkendali, puncak arus balik diproyeksikan belum terjadi.Baca juga: Sudah Tahu Puncak Macet: Mengapa Pengendara Tetap Datang?KOMPAS.COM/FARIDA Arus lalu lintas di Km 47 ruas jalan tol Jakarta - Cikampek, Rabu siang.Faizal menyebut, gelombang terbesar arus kendaraan diperkirakan berlangsung pada awal Januari. Ia menambahkan arus balik kendaraan mudik Nataru 2025 diperkirakan mencapai puncaknya pada tanggal 3 dan 4 Januari 2026.Menghadapi potensi lonjakan tersebut, pihak kepolisian menyiapkan langkah antisipasi bersama Polda Jawa Barat.Penerapan rekayasa lalu lintas akan dilakukan secara situasional, menyesuaikan kondisi kepadatan di lapangan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-01-16 08:05