Jeda Perang di Gaza, Ormas Islam Indonesia Mengawal Perdamaian...

2026-02-03 02:33:02
Jeda Perang di Gaza, Ormas Islam Indonesia Mengawal Perdamaian...
JAKARTA, - Gencatan senjata di Gaza telah mendekati satu bulan sejak diberlakukan. Namun, jeda perang yang seharusnya menjadi ruang bernapas bagi penduduk Palestina ternyata belum sepenuhnya terbebas dari intimidasi.Di sejumlah titik, warga masih melaporkan ulah provokatif pasukan Israel, seperti tembakan selingan, rudal kecil, hingga manuver bersenjata. Ketegangan belum benar-benar surut.Meski begitu, pengumuman gencatan senjata oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis tetap menjadi garis tipis harapan bagi warga Gaza.Jeda ini menjadi kesempatan langka bagi masyarakat untuk mulai merebut kembali sedikit ruang kehidupan normal yang bertahun-tahun dirampas perang.Salah satunya adalah mengembalikan anak-anak ke sekolah.Baca juga: Hikmahanto: RI Tak Perlu Tunggu PBB untuk Kirim Pasukan Perdamaian ke GazaBadan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) menyatakan proses pembelajaran mulai dibuka kembali secara bertahap.Kepala UNRWA, Philippe Lazzarini, mengatakan, lebih dari 25.000 siswa bersekolah di ruang belajar sementara yang dikelola UNRWA, sedangkan sekitar 300.000 siswa lainnya akan mengikuti pembelajaran secara daring.Di Sekolah Al Hassaina, wilayah barat Nuseirat, Jalur Gaza tengah, kegiatan belajar mengajar kembali berlangsung pada Sabtu . Namun, prosesnya masih terkendala keterbatasan ruang kelas dan fasilitas.“Saya sekarang kelas enam, tetapi saya kehilangan dua tahun sekolah karena pengungsian dan perang,” kata Warda Radwan, siswi berusia 11 tahun, kepada AFP.Sekolah Al Hassaina sebelumnya digunakan sebagai tempat pengungsian selama perang dua tahun terakhir.Seperti banyak fasilitas UNRWA lainnya, gedung sekolah ini menjadi rumah sementara bagi puluhan keluarga. Sisa-sisa kehadiran mereka masih tampak, di antaranya jemuran yang membentang di sepanjang tiga lantai bangunan.Baca juga: Turkiye Jajaki Dukungan Negara Muslim untuk Tentukan Masa Depan GazaDunia memberikan pandangan positif atas kemajuan perdamaian di Gaza, termasuk Indonesia yang memiliki sejarah kental dengan bangsa Palestina.Selain aktivitas sekolah yang dimulai, ribuan pengungsi akibat perang berkepanjangan juga kembali ke daerah mereka masing-masing.Indonesia, dalam proses ini, masih terus mendukung kemerdekaan dan perdamaian di Palestina. Gelombang dukungan tidak hanya berasal dari pemerintah, tetapi juga ormas-ormas Islam.Kompas TV, AP/US Network Pool Prabowo dan Trump berbincang usai KTT Perdamaian soal Gaza di Mesir.Salah satu bentuk komitmen Indonesia untuk menjaga perdamaian di Gaza pernah diungkapkan langsung Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), di New York, Amerika Serikat, Selasa .Saat itu, Prabowo mengatakan siap mengirim 20.000 prajurit TNI untuk membantu pengamankan proses perdamaian di Gaza."Jika dan ketika Dewan Keamanan PBB dan majelis besar ini memutuskan, Indonesia siap untuk mengerahkan 20.000 atau bahkan lebih putra-putri kami untuk membantu mengamankan perdamaian di Gaza atau di tempat lain," katanya.Baca juga: Prabowo Bakal Fungsikan Airbus A400M untuk Evakuasi Korban Bencana, Termasuk GazaJanji Prabowo tersebut kini menunggu mandat dari PBB. Kementerian Pertahanan RI menegaskan, Indonesia siap jika mandat tersebut sudah didapat.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-02-03 01:32