Joglo di Bantul Ludes Terbakar saat Pemilik Pergi Ibadah Natal, Tetangga Dengar Ledakan

2026-02-01 19:11:59
Joglo di Bantul Ludes Terbakar saat Pemilik Pergi Ibadah Natal, Tetangga Dengar Ledakan
YOGYAKARTA, - Sebuah bangunan joglo di Jagalan, Banguntapan, Bantul ludes terbakar.Kejadian itu berlangsung saat pemilik pergi untuk melaksanakan ibadah Natal pada Kamis .Tetangga sempat mendengar suara ledakan sebelum api berkobar melalap bangunan. Akibat kejadian ini, kerugian diperkirakan mencapai Rp 330 juta.Kepala Bidang (Kabid) Damkarmat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, Irawan Kurnianto menyampaikan, kebakaran itu terjadi di rumah milik Suryantono sekitar pukul 13.00 WIB.Baca juga: Pesan Terakhir Yasmiati, 2 Jam Sebelum Tewas dalam Kebakaran Apartemen di Hong KongPeristiwa bermula saat pemilik rumah pergi untuk melaksanakan ibadah Natal. Kemudian tetangga mendengar suara ledakan. Tidak berselang lama, warga langsung memeriksa kondisi, ternyata bangunan joglo sudah dilalap si jago merah."Tetangga yang rumahnya berada di timur bangunan yang terbakar mendengar suara ledakan dari belakang rumah miliknya. Tidak selang lama, tetangga tersebut mengecek ledakan itu, ternyata bangunan joglo terbakar," kata Irawan saat dihubungi wartawan melalui telepon, Kamis.Baca juga: Jenazah Darwati TKI Asal Cilacap yang Jadi Korban Kebakaran Hong Kong Dimakamkan di Kampung HalamanDia mengatakan, warga langsung menghubungi Damkarmat BPBD Bantul.Dua unit mobil pemadam dan satu tangki langsung meluncur ke lokasi.Selain itu, Damkarmat BPBD Kota Yogyakarta juga ikut membantu memadamkan api."Angin yang lumayan kencang api tidak bisa dikendalikan oleh warga, lalu salah satu warga melaporkan kejadian tersebut ke kantor BPBD Bantul," ucap dia.Petugas yang datang membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk memadamkan api. Namun, joglo beserta isinya sudah terbakar."Untuk kerugian ditaksir Rp330 juta," kata dia.Irawan menyebut kemungkinan api berasal dari korsleting listrik di rumah tersebut. "Diduga korsleting listrik," kata dia.Baca juga: Update KM Maulana-30 Terbakar, 8 ABK Hilang Dicari hingga KrakatauSementara Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menambahkan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.


(prf/ega)

Berita Lainnya

Berita Terpopuler

#3

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-02-01 18:43