- Upaya pencarian para korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah kembali membuahkan hasil pada hari keempat, Minggu .Tim gabungan menemukan dua jenazah tambahan yang tertimbun material longsoran, sehingga jumlah korban meninggal kini mencapai 13 orang.Sementara itu, 10 warga lainnya masih dinyatakan hilang dan terus dicari.Baca juga: Update Tanah Longsor di Banjarnegara: 660 Warga Mengungsi, Waspada Risiko SusulanProses pencarian sejak Minggu pagi berlangsung intensif.Mulai pukul 06.00 WIB, 22 alat berat jenis bucket eskavator yang dikirim Kementerian Pekerjaan Umum serta Pemerintah Kabupaten Cilacap mulai beroperasi di titik-titik prioritas.Kehadiran alat berat itu mempercepat penggalian dan memperbesar peluang penemuan korban yang masih tertimbun.Tak hanya itu, operasi di lapangan juga diperkuat 1.001 personel dari berbagai unsur, termasuk tim SAR profesional, TNI-Polri, relawan, dan aparat daerah.Sebanyak 9 anjing pelacak (K9) dari Kantor SAR Semarang, Polda Jawa Tengah turut diterjunkan untuk memetakan lokasi yang dicurigai sebagai titik penimbunan korban.Baca juga: Operasi Hari Keempat, Pencarian Korban Longsor Cilacap Difokuskan ke 4 Titik, 12 Warga Masih HilangKOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAIN Alat berat dikerahkan dalam pencarian korban hilang longsor Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Minggu .Lonjakan aktivitas pencarian diikuti dengan meningkatnya kebutuhan warga terdampak.Dua titik pengungsian, Balai Desa Cibeunying dan gedung MTS SS Cibeunying, menjadi tempat beristirahat warga setiap malam.Fasilitas ini disiapkan pemerintah desa untuk memastikan warga berada di lokasi yang aman dari potensi longsor susulan.Baca juga: Longsor di Cilacap di Hari Ketiga Pencarian: 11 Jenazah Ditemukan, 12 Warga Masih HilangSebagai bagian dari percepatan penanganan darurat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga mengaktifkan operasi modifikasi cuaca (OMC) sejak Minggu pagi.Sebanyak 3 ton bahan semai, yakni Natrium Klorida (NaCl) dan Kalsium Oksida (CaO), ditaburkan melalui tiga sorti penerbangan menggunakan pesawat Cessna PK-SNM dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung.Cuaca yang relatif cerah berawan selama operasi berlangsung memberi ruang bagi tim SAR untuk memperluas area pencarian tanpa kendala hujan.Baca juga: Pencarian Korban Longsor Cibeunying Cilacap Dipersempit, 12 Warga Masih HilangSelain fokus di pencarian korban, pemenuhan kebutuhan dasar warga juga menjadi prioritas.
(prf/ega)
Update Tanah Longsor Cilacap: 13 Orang Meninggal, 10 Hilang, Modifikasi Cuaca Dilakukan
2026-01-11 23:14:13
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 23:22
| 2026-01-11 21:37
| 2026-01-11 21:19
| 2026-01-11 21:08
| 2026-01-11 20:56










































