Hasil TKA SMA 2025 Jeblok, DPR: Harus Evaluasi Total!

2026-01-31 06:46:24
Hasil TKA SMA 2025 Jeblok, DPR: Harus Evaluasi Total!
- Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani menilai hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA sederajat 2025 harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh terhadap proses pembelajaran nasional.Menurut Lalu, evaluasi tersebut harus dilakukan secara objektif dan menyeluruh, baik dari sisi tenaga pendidik maupun peserta didik."Hasil TKA 2025 ini harus menjadi alarm sekaligus bahan evaluasi total bagi dunia pendidikan kita. Terutama terhadap tiga mata pelajaran yang diujikan, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika," kata Lalu dikutip dari laman resmi DPR, Rabu .Lalu menjelaskan, setelah ada evaluasi perlu ada perbaikan dari hasil temua-temuan yang menjadi faktor anjloknya kemampuan siswa di bidang literasi dan numerasi.Baik itu perbaikan dari sisi guru ataupun peserta didik perlu dilakukan perbaikan kualitasnya masing-masing."Jika kesalahan atau kelemahan ada pada guru, maka peningkatan kualitas guru harus benar-benar ditingkatkan. Sebaliknya, jika kekurangan ada pada siswa, maka peningkatan kualitas dan pendampingan terhadap siswa juga harus digalakkan," ujarnya.Lalu juga menegaskan, Komisi X DPR RI mendorong Kemendikdasmen untuk menggunakan hasil TKA sebagai dasar perumusan kebijakan pendidikan ke depan.Termasuk dalam peningkatan kualitas kurikulum, metode pembelajaran, serta sistem pelatihan guru."Intinya, hasil TKA ini jangan berhenti sebagai laporan, tetapi harus ditindaklanjuti dengan langkah konkret agar kualitas pendidikan nasional benar-benar meningkat di masa mendatang," pungkas Lalu.Baca juga: Kemendikdasmen Ungkap Penyebab Sekolah Belum Bisa Akses Nilai TKA 2025Sebelumnya diberitakan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengungkap nilai rerata siswa SMA sederajat di TKA 2025.Hasilnya, nilai rerata paling tinggi mata pelajaran wajib adalah Antropologi yakni sebesar 70,43 dan paling rendah adalah mata pelajaran Bahasa Inggris Wajib 24,93."Rerata tertinggi tercatat pada beberapa mata pelajaran pilihan antara lain misalnya kalau kita lihat dari mata pelajaran pilihan antropologi ini dengan rata-rata sekitar 70,4," kata Kepala Badan Standar Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen, Toni Toharudin di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Senin .Selain Bahasa Inggris Wajib, mata pelajaran yang nilainya rendah dalam TKA adalah Matematika yakni 36,10. Adapun penilaian ini dilakukan dengan skala maksimum 100,00.Sementara, mata pelajaran pilihan dengan nilai rerata relatif rendah antara lain Bahasa Korea sebesar 28,55, kemudian Ekonomi 31,68."Sementara ini rata-rata dari mata pelajaran wajib Bahasa Inggris Wajib bapak-ibu sekalian kita lihat rata-ratanya 24,9. Kemudian Matematika Wajib rata-ratanya 36,1," ujarnya.Kendati demikian, Toni menegaskan, nilai-nilai tersebut tidak dimaknai sebagai peringkat atau penentu kelulusan, tetapi capaian untuk melihat kompetensi siswa.Kemudian, hasil tersebut bisa dijadikan evaluasi baik untuk siswa ataupun sekolah dan pemerintah daerah."Data ini saya kira akan menjadi bahan evaluasi kebijakan, kemudian penguatan pendampingan untuk seluruh satuan pendidikan, dan juga peningkatan kualitas pembelajaran ke depan," jelas Toni.Baca juga: Pengamat: Skor TKA Jeblok Ketebak, Jangan Sedot Duit Pendidikan buat MBG


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Hans Patuwo bukan sosok baru di lingkungan GoTo. Ia telah bekerja hampir delapan tahun di ekosistem Gojek, GoPay, dan GoTo. Ia bergabung dengan Gojek pada 2018 sebagai Chief Operating Officer, dengan fokus pada penguatan operasional dan ekosistem mitra driver.Pada 2021, Hans dipercaya memimpin unit bisnis yang kemudian berkembang menjadi GoTo Financial. Di posisi tersebut, ia mengawasi peluncuran layanan pinjaman dan pengembangan aplikasi GoPay, yang kini menjadi salah satu platform fintech terbesar di Indonesia.Baca juga: KPPU Denda TikTok Rp 15 Miliar Karena Telat Lapor Akuisisi TokopediaAwal 2024, Hans ditunjuk sebagai Chief Operating Officer GoTo dan bertanggung jawab atas strategi grup serta proyek migrasi cloud perusahaan. Perannya kembali diperluas pada Juli 2025, ketika ia dipercaya sebagai Presiden On-Demand Services.Sebelum bergabung dengan Gojek, Hans memiliki pengalaman internasional dengan bekerja di Amerika Serikat, China, dan Singapura. Ia juga pernah menjabat sebagai Partner di firma konsultan manajemen global McKinsey.YouTube.com/Gojek Goto, layanan Gojek dan Tokopedia.Penunjukan CEO baru ini terjadi di tengah sorotan pasar terhadap arah strategis perusahaan hasil merger antara Gojek dan Tokopedia itu.Berdasarkan laporan Bloomberg, saham GoTo tercatat naik sekitar 20 persen sepanjang kuartal ini di Bursa Efek Indonesia, mengungguli kinerja sejumlah perusahaan ride-hailing dan pengantaran global.Kenaikan saham tersebut terjadi menjelang Rapat Umum Pemegang Saham yang menjadi momen penting bagi arah strategis perusahaan, termasuk persetujuan pengangkatan Hans Patuwo sebagai CEO baru.Meski saham GoTo menguat, valuasi perusahaan masih jauh dari masa awal IPO. Kapitalisasi pasar GoTo kini berada di bawah 5 miliar dollar AS, turun drastis dari puncaknya yang sempat menembus 30 miliar dollar AS pada 2022.

| 2026-01-31 05:06