Terungkap, Pembeli Lahan Jumbo 8 Hektar Milik APLN di Bali

2026-01-12 04:22:55
Terungkap, Pembeli Lahan Jumbo 8 Hektar Milik APLN di Bali
JAKARTA, - Di tengah hiruk-pikuk sektor properti Indonesia yang terus bergoyang oleh fluktuasi ekonomi global, sebuah transaksi besar baru saja mengguncang pasar.PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN), raksasa pengembang superblok dan hunian mewah, baru saja melepas aset lahan seluas 8 hektar di Bali, dengan lokasi premium yang semula direncanakan untuk ekspansi ambisius.Tapi, pertanyaan besar yang menggelitik investor dan pecinta properti: siapa pembeli lahan APLN di Bali ini?Baca juga: Jual Lahan 8 Hektar di Bali, Agung Podomoro Pangkas Utang Rp 4,5 TriliunSebelum mengungkap identitas pembeli lahan dimaksud, strategi APLN untuk bertahan di tengah badai ekonomi dinilai sebagai langkah tepat.Sejak berdiri pada 30 Juli tahun 2004, APLN telah membangun imperium dengan proyek ikonik seperti Podomoro City di Jakarta, Podomoro City di Deli Serang, Borneo Bay City di Balikpapan, dan Bukit Podomoro Jakarta, dengan total aset mencapai triliunan rupiah.Namun, 2025 menjadi tahun transisi bagi APLN. Pasca pandemi Covid, kenaikan inflasi, suku bunga BI yang belum bersahabat, dan lesunya daya beli masyarakat membuat emiten ini harus beradaptasi cepatPada 11 Desember 2025, APLN menyelesaikan penjualan seluruh saham di PT Karya Pratama Propertindo, entitas yang mengelola lahan 8 hektar di Ubud, Bali, sekaligus pemilik Sofitel Bali Ubud Resort & Spa.Transaksi ini melibatkan entitas anak APLN, PT Kencana Unggul Sukses (KUS), dan hasilnya adalah pengurangan utang serta tambahan kas untuk mendanai proyek unggulan seperti Podomoro Park Bandung dan ekspansi di Medan.Ini bukan transaksi material atau afiliasi menurut POJK OJK, tapi jelas langkah cerdas untuk likuiditas.Baca juga: Ini Lahan Kawasan Elit Milik Kemenkeu di Bali yang Diminta Ara Dibangun Rusun MBRDivestasi ini mencerminkan tren industri properti 2025, di mana developer besar seperti APLN beralih dari ekspansi agresif ke optimalisasi aset.Sebagaimana diketahui, Bali dengan kontribusi 15 persen terhadap PDB pariwisata nasional, adalah magnet utama investasi dunia.Apakah pembeli akan lanjutkan visi APLN, atau menciptakan sesuatu yang lebih radikal? Jawabannya ada pada identitas mereka.Mereka adalah konsorsium dua perusahaan PT Puri Dibya Property dan PT Hartons Property Development.Transaksi ditandatangani pada 11 Desember 2025, dengan mengakuisisi seluruh 100 persen saham PT Karya Pratama Propertindo.Baca juga: Bali Terancam Krisis Pangan, Nusron Desak Penyetopan Izin Properti"Untuk nilai transaksinya belum bisa kami sampaikan, karena masih terikat dengan kesepakatan. Kami akan sampaikan pada kesempatan berikutnya," ujar Corporate Secretary APLN, Justini Omas, kepada Kompas.com, Senin .


(prf/ega)