Titik Utama Perayaan Tahun Baru di Bundaran HI, Pramono "Request" Bintang Tamu

2026-01-12 07:58:48
Titik Utama Perayaan Tahun Baru di Bundaran HI, Pramono
JAKARTA, - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan, titik utama perayaan malam pergantian tahun 2025 ke tahun 2026 digelar di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat."Titik utamanya nanti ada di Bundaran HI. Di sana akan hadir Gubernur, Wakil Gubernur, dan Sekretaris Daerah," ujar Pramono di Gedung Balai Kota Jakarta, Senin .Baca juga: Pramono Larang Hotel dan Mal di Jakarta Nyalakan Kembang Api saat Tahun BaruAcara malam pergantian tahun di Bundaran HI akan menghadirkan grup band pop D'Masiv."Kami sudah berpesan yang paling utama adalah pas pergantian itu di Bundaran HI kami minta untuk D’Masiv. Judul lagunya 'Jangan Menyerah'," kata Pramono."Karena untuk pesan lagu seperti ini kan enggak gampang, maka itulah yang kami pilih untuk pergantian tahun," imbuh dia.Selain itu, masih ada sejumlah artis ibu kota lainnya yang akan mengisi acara tahun baru di Bundaran HI.Pemerintah provinsi DKI Jakarta sebelumnya menyiapkan 14 titik untuk perayaan pergantian tahun.Namun, dari hasil rapat bersama pada Senin sore, diputuskan lokasinya dikurangi menjadi delapan titik.Salah satunya di kawasan Monas yang biasanya menjadi salah satu titik untuk perayaan malam tahun baru setiap tahunnya.Sementara itu, titik lain seperti di Kota Tua dan Lapangan Banteng masih tetap ada perayaan.Perayaan di dua titik tersebut rencananya akan dihadiri wali kota masing-masing.Baca juga: Pramono Larang Pesta Kembang Api saat Malam Tahun Baru 2026 di JakartaPramono menambahkan, perayaan tahun baru di Bundaran HI nantinya tidak akan menggunakan kembang api.Sebagai gantinya, pemprov DKI akan menggelar video mapping menggunakan drone yang berisi pesan-pesan empati untuk warga terdampak bencana di Sumatera.Kemudian ada pula doa bersama semua agama yang menghadirkan para pemuka agama."Yang jelas, semua agama akan ada di tempat itu, karena kan apa yang terjadi pada kita semua menyangkut kita semua," tutur Pramono.


(prf/ega)