Kala Bank Keliling Jadi "Dewa Penolong" bagi Warga yang Malas Pinjam Uang ke Keluarga

2026-01-12 06:44:54
Kala Bank Keliling Jadi
JAKARTA, - Keberadaan bank keliling atau disebut "bangke" di Jakarta masih terus eksis dari tahun ke tahun karena masih dibutuhkan banyak warga.Layanan bank tak resmi ini menawarkan jasa pinjaman uang dengan persyaratan yang mudah bagi warga yang membutuhkan.Untuk meminjam uang, warga cukup menyerahkan KTP dan menandatangani surat perjanjian. Dalam waktu kurang dari satu hari, uang pinjaman bisa langsung cair.Baca juga: Bunga Selangit, Proses Sekejap: Jerat Bank Keliling yang Masih Diandalkan Warga JakartaTak heran, banyak warga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah kerap bergantung pada jasa bank keliling.Salah satunya adalah Darto (47), warga Koja, Jakarta Utara, yang mengaku sudah bergantung dengan bank keliling sejak dirinya belum menikah."Ya, dari bujangan lah usia 25 - 27 tahun. Ya, karena kekurangan aja satu buat makan, kedua pengin foya-foya, jadi ambil bank buat happy, besoknya habis, besoknya setoran," tutur Darto ketika diwawancarai Kompas.com di Koja, Senin .Setelah menikah dan memiliki tiga anak, Darto semakin mengandalkan bank keliling untuk memenuhi kebutuhan keluarga, yakni biaya sekolah, berobat, makan, dan keperluan lainnya.Pendapatannya sebagai tukang servis jam sering kali tidak cukup untuk membiayai kebutuhan hidup anak dan istrinya.Darto mengaku kini meminjam uang dari tiga bank keliling berbeda karena kebutuhan ekonomi yang mendesak."Sekarang saya punya bank keliling tiga, pinjamannya Rp 1.000.000, Rp 1.000.000, sama Rp 2.000.000. Bayarnya (cicilan) per hari," ucap dia.Untuk pinjaman yang Rp 2.000.000, ia harus mencicil Rp 60.000 per hari selama 40 hari.Sementara untuk dua pinjaman senilai Rp 1.000.000, cicilan per harinya sekitar Rp 30.000 selama 40 hari.Baca juga: Nasib Penjual Koran di Jakpus di Ujung Senja, Pembaca Berpindah ke Layar Digital"Jadi, paling tidak saya bayar utang Rp 120.000 per hari. Tapi, kadang enggak semuanya bayar saya tinggal bilang aja enggak ada," tutur Darto.Darto mengatakan, masing-masing bank keliling memiliki ketetapan bunga yang berbeda-beda, ada yang hanya 20 persen, ada pula 30 persen.Kendati demikian, ia merasa tak keberatan dengan besaran bunga tersebut karema persyaratan meminjam yang dianggap mudah dan cepat.Setelah belasan tahun bergantung, Darto menilai bank keliling merupakan “dewa penolong” baginya."Dia dewa penolong di saat kita terdesak ekonomi, daripada ke saudara kita ngoceh dulu mulutnya baru minjemin," tutur Darto.Saat meminjam uang di bank keliling, ia cukup menunjukkan KTP dan mengisi tanda tangan tanpa harus menerima cibiran terlebih dahulu.


(prf/ega)