Proyek Konservasi Dunia Diam-diam Gagal, Target Alam Global Terancam

2026-01-14 06:13:52
Proyek Konservasi Dunia Diam-diam Gagal, Target Alam Global Terancam
- Ketika para pemimpin dunia memulai negosiasi iklim COP30 di Brasil, sebuah tim internasional yang dipimpin peneliti Universitas Sydney memperingatkan adanya krisis tersembunyi yang menggerogoti target keanekaragaman hayati.Dalam makalah berjudul "Conservation abandonment is a policy blind spot," Dr. Matthew Clark, seorang peneliti pascadoktoral di Thriving Oceans Research Hub di Universitas Sydney mengungkapkan bahwa secara konservatif, 87 miliar dolar AS dihabiskan setiap tahun di seluruh dunia untuk program konservasi.Angka tersebut dapat meningkat menjadi 200 miliar dolar AS tergantung pada apa yang dihitung."Seiring kita bergulat dengan krisis keanekaragaman hayati dan iklim, investasi yang dibutuhkan ini diperkirakan mencapai 540 miliar dolar AS pada tahun 2030 dan 740 miliar dolar AS pada tahun 2050," kata Dr. Clark.Baca juga: Langkah Maju Konservasi, IUCN Adopsi Resolusi Lawan Kejahatan LingkunganNamun, meski investasi itu penting untuk mencapai tujuan karbon dan keanekaragaman hayati, kita hampir tidak memiliki gambaran yang jelas berapa lama program tersebut bisa bertahan.Melansir Phys, Senin bukti menunjukkan setidaknya sepertiga proyek konservasi ditinggalkan hanya beberapa tahun setelah implementasi.Jika masalah ini tidak diakui dan diperbaiki oleh pembuat kebijakan, klaim global tentang kemajuan alam yang dibuat di forum-forum seperti COP akan tidak jujur dan menyesatkan.Proyek-proyek yang terbengkalai ini, meskipun tidak aktif, seringkali masih dimasukkan dalam pelaporan resmi, sehingga menutupi kondisi perlindungan lingkungan yang sebenarnya."Kita berlomba untuk memenuhi target global seperti melindungi 30 persen daratan dan lautan pada tahun 2030," kata Associate Professor Carly Cook, salah satu penulis dari School of Biological Sciences, Monash University."Tetapi tidak ada yang bertanya apakah area tersebut masih dikelola atau apakah proyek yang telah kita mulai masih ada," katanya lagi.Tim peneliti menemukan bahwa perlindungan hukum untuk area konservasi telah dilemahkan lebih dari 3.700 kali secara global dalam apa yang disebut peristiwa Protected Area Downgrading, Downsizing and Degazettement (PADDD).Selain pembatalan formal, mereka juga mengungkapkan pengabaian yang meluas terhadap program konservasi yang dipimpin komunitas di Afrika dan Amerika Selatan.Di Chili, 22 persen Hak Guna Teritorial dalam perikanan yang diberikan kepada masyarakat lokal kemudian dihentikan.Di Kanada, penurunan resmi kawasan konservasi laut membuka pengeboran eksplorasi minyak di lahan seluas 26.450 kilometer persegi.Maroko dan Kanada secara kolektif membubarkan tujuh kawasan konservasi dengan total luas 2.412 kilometer persegi.Baca juga: Konservasi Indonesia-The Alliance Percepat Energi Bersih di Kawasan Pesisir


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-01-14 06:06