Modal Ikut Pelatihan Bahasa, 18 Alumni UPI Siap Bekerja di Jepang

2026-01-16 18:55:58
Modal Ikut Pelatihan Bahasa, 18 Alumni UPI Siap Bekerja di Jepang
- Sebanyak 18 orang alumni Universitas Pembangunan Indonesia (UPI) dari berbagai program studi siap bekerja di Jepang.Mereka mengikuti Kegiatan Kelas Bahasa Jepang bagi Calon Staf di Jepang Batch 2 di lingkungan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan pada Jumat, . Pelatihan ini menjadi tahapan awal sebelum para peserta diberangkatkan untuk bekerja secara profesional di Negeri Sakura melalui kerja sama antara UPI dan lembaga Ukai International Employment.Pada batch pertama program ini hanya diperuntukkan bagi lulusan prodi Pendidikan Khusus.Namun pada batch kedua ini peluang diperluas bagi lulusan prodi Psikologi, Bimbingan dan Konseling, serta Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi FPOK.Peserta batch kedua akan menjalani program kelas bahasa Jepang secara intensif, yang dirancang khusus untuk mempersiapkan mereka menghadapi lingkungan kerja profesional di Jepang. Pembelajaran tidak hanya berfokus pada aspek bahasa, tetapi juga mencakup pemahaman budaya kerja, etika profesional, serta proses adaptasi lingkungan.Tujuannya agar para peserta dapat bekerja secara optimal dan berdaya saing tinggi ketika ditempatkan di perusahaan Jepang.Baca juga: Beasiswa Pelatihan Kepemimpinan Fully Funded ke AS, Cek Syaratnya Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia, Dr. Nandang Budiman, M.Si., yang hadir mengatakan dalam arahannya bahwa kemampuan bahasa asing, kesiapan mental, serta pemahaman budaya merupakan kunci penting bagi tenaga kerja Indonesia yang ingin berkarier di Jepang. Ia menegaskan komitmen fakultas dalam membuka peluang internasional bagi mahasiswa dan alumni agar mampu bersaing di tingkat global, sebagaimana tertulis pada artikel di situs resmi UPI.Kegiatan ini juga mendapatkan dukungan langsung dari Kepala Prodi Pendidikan Khusus, Dr. dr. Riksma Nurahmi Rinalti Akhlan, M.Pd. Dr. Riksma mengapresiasi kelanjutan kerja sama dengan Ukai International Employment dan menekankan bahwa kesempatan ini merupakan bentuk nyata dari upaya prodi dalam memperluas akses karier untuk para lulusan. Ia berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan dengan sebaik-baiknya untuk mengembangkan kompetensi dan membangun pengalaman internasional.Pembukaan kelas bahasa Jepang ini dihadiri langsung pula oleh para perwakilan program studi. Dengan penyelenggaraan batch kedua ini, Fakultas Ilmu Pendidikan menegaskan kembali komitmen dalam memperluas jaringan kerja sama internasional dan mempersiapkan lulusan yang siap berkompetisi di dunia kerja modern.UPI berharap dapat membuka lebih banyak kesempatan serupa di masa mendatang.Baca juga: Beasiswa S3 ke Abu Dhabi, Tunjangan Rp 88 Juta per Bulan, Modal Ijazah S1 Bisa 


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Lebih lanjut, Purwadi menyampaikan arahan terkait reformasi birokrasi dari Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan birokrasi harus semakin responsif dan tidak mempersulit masyarakat.Birokrasi juga diminta memiliki komitmen yang kuat terhadap efektivitas alokasi anggaran dan pemberantasan korupsi serta kebocoran anggaran.“Sebab, tanpa integritas, tidak mungkin kita membangun birokrasi yang dipercaya publik,” ungkapnya. Baca juga: Menteri PANRB Rini Raih Penghargaan Adibhakti Sanapati 2025 dari BSSNPerlu diketahui, mulai 2023, Kementerian PANRB mendorong pelaksanaan evaluasi Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Mandiri di sejumlah kementerian/lembaga.Sampai saat ini, penilaian tersebut diperluas pada 19 kementerian/lembaga (K/L) dan lima pemerintah provinsi termasuk Mahkamah Agung (MA).Purwadi juga memberikan apresiasi kepada MA yang telah menunjukkan upaya memperkuat integritas ke tahap yang lebih matang. “Capaian ini merupakan buah dari kerja keras, komitmen dan keteladanan dalam menjaga integritas serta meningkatkan mutu layanan kepada masyarakat,” katanya.Dia menyampaikan, untuk menjaga keberlanjutan reformasi birokrasi, diperlukan upaya untuk memastikan langkah-langkah ke depan berjalan dengan konsisten, menyeluruh, dan semakin berdampak.Baca juga: Menteri PANRB Dukung Badan Narkotika Nasional Akselerasi Program P4GNPertama, pembangunan zona integritas harus terus diperluas. Kedua, pemanfaatan digitalisasi proses peradilan perlu ditingkatkan. Ketiga, memperkuat mekanisme pengawasan dan pencegahan korupsi. Keempat, kualitas sumber daya manusia (SDM) peradilan harus terus ditingkatkan secara berkelanjutan serta perlu kolaborasi yang berkelanjutan.Prestasi tersebut bukan hanya untuk keberhasilan administratif, tetapi wujud inspirasi bagi satuan kerja lain untuk terus melakukan perbaikan dan memperkuat budaya kerja yang berkualitas.“Saya berharap, upaya ini menjadi pemicu bagi lahirnya lebih banyak perubahan konkret yang memberi dampak nyata bagi masyarakat,” jelasnya. Baca juga: Target Penempatan 500.000 PMI pada 2026, Menteri PANRB Siap Dukung Penguatan Kelembagaan Kementerian P2MI

| 2026-01-16 18:07