- Game online, terutama yang mengandung kekerasan, bisa berdampak negatif terhadap perilaku penggunanya.Beberapa kasus kekerasan yang dilakukan oleh anak-anak terjadi akibat pengaruh dari game online.Seperti kasus seorang anak yang membunuh ibunya menggunakan pisau di Medan Sumatera Utara, atau bocah yang nekat membakar belasan rumah warga di Sukabumi, Jawa Barat.Baca juga: Bukan Sekadar Game Online Dihapus, Ini Rentetan Motif Anak 12 Tahun Bunuh Ibunya di MedanAksi ini diduga dipicu oleh pengaruh game online yang mengandung senjata tajam dan adegan kekerasan, yang kemudian ditiru oleh anak tersebut.Lantas, mengapa game online bisa menyebabkan perilaku kekerasan?Pada dasarnya, peristiwa-peristiwa kekerasan yang terjadi bukan semata-mata hanya terjadi karena game online, tetapi juga kombinasi faktor kerentanan lainnya.Baca juga: Psikolog Ungkap 4 Faktor yang Menyebabkan Game Online Picu Perilaku Kekerasan AnakPakar psikologi forensik Reza Indragiri menjelaskan ada dua mekanisme yang membuat game online bisa memengaruhi perilaku pemainnya.Pertama, mekanisme hormonal menyebabkan seseorang yang bermain game online mengalami ledakan dopamin, sehingga membuatnya ketagihan.Kemudian berikutnya ada mekanisme neurologis yang berkaitan dengan mekanisme kerja otak pemain.“Ada mekanisme yang kedua, kalau saya tidak salah namanya mekanisme neurologis atau fisiologis, tentang mekanisme kerja otak,” kata Reza kepada Kompas.com, Selasa Baca juga: Kasus Anak Bunuh Ibu di Medan, Psikolog Jelaskan Pengaruh Game Online ke PerilakuMenurut Reza, salah satu dampak negatif game online bagi anak adalah penggunaan kata-kata ekstrem seperti, tembak aja tuh, habisi, bunuh, tusuk, dan seterusnya.“Anak-anak yang main game kekerasan juga punya suasana batin yang sama. Gampang banget mengeluarkan kosakata yang sebetulnya kita merasa ngilu dengarnya,” ujarnya.Dia menjelaskan, ketika seseorang merasa ngilu mendengar kata-kata ekstrem, tandanya dua titik otak terpantik sekaligus.“Satu, titik otak berpikir, kognisi, dan titik otak merasa emosi, normalnya begitu,” jelas Reza.“Tapi anak-anak kita yang sudah mencandu game ini yang teraktivasi hanya satu titik, otak berpikir saja. (Sedangkan) otak merasa-nya sudah mati,” sambung dia.Baca juga: Anak Bunuh Ibu di Medan akibat Game Online, Ini Kata Psikolog
(prf/ega)
Mengapa Game Online Bisa Membuat Anak Melakukan Kekerasan? Ini Kata Psikolog
2026-01-12 07:35:07
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:53
| 2026-01-12 05:39
| 2026-01-12 05:34
| 2026-01-12 05:31
| 2026-01-12 05:10










































