Cara Dinosaurus Membesarkan Anak Mengubah Wajah Ekosistem Bumi Purba

2026-01-12 17:17:52
Cara Dinosaurus Membesarkan Anak Mengubah Wajah Ekosistem Bumi Purba
- Selama puluhan tahun, dinosaurus kerap dipandang sebagai “versi purba” mamalia modern—sama-sama hewan darat dominan di zamannya masing-masing. Namun riset terbaru menunjukkan anggapan ini terlalu menyederhanakan kenyataan. Perbedaan mendasar antara dinosaurus dan mamalia ternyata bukan sekadar soal ukuran tubuh atau siapa yang lebih kuat, melainkan cara mereka membesarkan anak. Perbedaan inilah yang secara signifikan membentuk ekosistem dunia purba.Penelitian terbaru dari University of Maryland, yang dipublikasikan dalam Italian Journal of Geosciences, mengungkap bahwa strategi pengasuhan dinosaurus menciptakan struktur ekosistem yang sangat berbeda dari dunia mamalia saat ini. Thomas R. Holtz Jr., dosen utama di Departemen Geologi University of Maryland, menilai bahwa faktor ini selama ini luput dari perhatian para ilmuwan.“Banyak orang menganggap dinosaurus sebagai padanan mamalia di era Mesozoikum karena sama-sama menjadi hewan darat dominan,” kata Holtz. “Namun ada satu perbedaan krusial yang jarang dipertimbangkan: strategi reproduksi dan pengasuhan. Cara hewan membesarkan anak sangat memengaruhi ekosistem di sekitarnya.”Baca juga: Apa Warna Dinosaurus? Fosil Diplodocus Mulai MengungkapnyaBayangkan seekor Brachiosaurus muda yang ukurannya tak lebih besar dari seekor anjing golden retriever. Ia merumput bersama saudara-saudaranya, selalu waspada terhadap predator yang mengintai. Sementara itu, induknya—menjulang lebih dari 12 meter—beraktivitas jauh di tempat lain, nyaris tanpa campur tangan langsung terhadap kehidupan anak-anaknya.Gambaran ini kontras dengan dunia mamalia modern. Pada mamalia, anak biasanya berada dalam pengasuhan induk hingga mendekati dewasa. Anak harimau, misalnya, tetap bergantung pada induknya untuk berburu, meski tubuhnya hampir sebesar sang induk. Anak gajah pun mengikuti induknya selama bertahun-tahun.“Mamalia bisa dibilang punya helicopter parents, bahkan helicopter moms,” ujar Holtz. “Manusia juga sama—kita merawat anak sampai benar-benar dewasa.”Dinosaurus, sebaliknya, menerapkan pola yang jauh lebih “lepas tangan”. Meski ada bukti bahwa beberapa spesies memberi perlindungan awal, anak dinosaurus relatif cepat mandiri. Dalam hitungan bulan atau sekitar satu tahun, mereka meninggalkan induknya dan hidup berkelompok dengan individu sebaya.Holtz membandingkan pola ini dengan buaya modern—salah satu kerabat terdekat dinosaurus yang masih hidup. Buaya menjaga sarang dan anaknya dalam waktu terbatas, namun setelah beberapa bulan, anak-anaknya berpencar dan bertahan hidup sendiri selama bertahun-tahun hingga dewasa.“Dinosaurus lebih mirip latchkey kids,” kata Holtz. “Fosil menunjukkan kelompok anak dinosaurus yang mati bersama tanpa ada fosil individu dewasa di sekitarnya. Mereka hidup berkelompok, mencari makan sendiri, dan saling menjaga.”Baca juga: Nenek Moyang Buaya Hidup 240 Juta Tahun Lalu, Bukan DinosaurusPerbedaan ini membawa dampak besar. Dinosaurus bertelur dan biasanya menghasilkan banyak anak sekaligus. Reproduksi yang lebih sering, dengan investasi energi pengasuhan yang relatif kecil, meningkatkan peluang kelangsungan spesies mereka.Namun konsekuensi terpenting terletak pada peran ekologis. Menurut Holtz, anak dan dewasa dinosaurus—meski secara biologis satu spesies—sebenarnya menempati ceruk ekologi yang sangat berbeda.“Apa yang dimakan dinosaurus berubah seiring pertumbuhan. Ancaman predatornya berubah, begitu juga wilayah jelajahnya,” jelas Holtz. “Dalam arti fungsional, anak dan dewasa bisa dianggap sebagai ‘spesies ekologis’ yang berbeda.”Contohnya, Brachiosaurus muda seukuran domba jelas tidak bisa menjangkau dedaunan di ketinggian 10 meter seperti induknya. Ia harus makan jenis tumbuhan lain, di area berbeda, dan menghadapi predator yang sama sekali tidak berani mendekati Brachiosaurus dewasa. Seiring pertumbuhan—dari seukuran anjing, kuda, jerapah, hingga raksasa—peran ekologisnya terus bergeser.Temuan ini mengubah cara ilmuwan memandang keanekaragaman hayati masa lalu.“Selama ini kita mengira komunitas mamalia modern lebih beragam karena memiliki lebih banyak spesies,” kata Holtz. “Tapi jika anak dinosaurus dihitung sebagai spesies fungsional terpisah, jumlah total peran ekologis dalam komunitas dinosaurus justru lebih besar daripada komunitas mamalia.”Baca juga: Alam Mengawetkan Dinosaurus Utuh, Lengkap dengan Kulit dan Kukunya


(prf/ega)