Yusril Teken Repatriasi 2 Napi Belanda, Bakal Dipulangkan Pekan Depan

2026-01-15 09:59:25
Yusril Teken Repatriasi 2 Napi Belanda, Bakal Dipulangkan Pekan Depan
Menko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra menandatangani repatriasi atau kesepakatan pemulangan dua narapidana (napi) warga negara Belanda. Kedua napi asal Belanda itu rencananya akan dipulangkan pada 8 Desember 2025.Penandatanganan pemulangan dua napi asal Belanda bernama Siegfried Mets (73) dan Ali Tokman (64) dilakukan oleh Yusril bersama Dubes Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen, di kantor Kemenko Kumham Imipas, Jakarta Selatan, Selasa (2/12/2025)."Saya selaku Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan dan Menteri Luar Negeri Belanda menandatangani practical arrangement tentang repatriasi dua narapidana warga negara Belanda ke Belanda," ujar Yusril saat konferensi pers di kantornya.Yusril menyebut kedu napi ini terlibat tindak pidana narkotika. Masing-masing menerima hukuman mati serta penjara seumur hidup.Dia mengatakan, seluruh proses pemulangan pun sudah diselesaikan kedua negara lewat perundingan dan dengan dilakukan penandatanganan kesepakatan. Kedua napi ini pun akan diterbangkan ke Belanda pada 8 Desember 2025 dari bandara internasional Soekarno-Hatta menuju Amsterdam menggunakan pesawat KLM pada pukul 19.25 WIB."Jadi Insyaallah di tanggal 8 Desember tahun 2025 ini keduanya akan diterbangkan ke Belanda dengan menggunakan pesawat KLM jam 19.25 dari Bandara Internasional Soekarno Hatta," terang Yusril."Jadi dengan diserahkan kepada petugas yang ditunjuk oleh Kementerian Luar Negeri Belanda, maka pesawat yang berikut diserahkan maka tanggung jawab sudah beralih kepada pemerintah Belanda," imbuhnya.Yusril pun mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Belanda karena sudah dengan cepat menandatangani perjanjian ini sehingga tidak terlalu lama kedua napi tersebut bisa dipulangkan.Sementara, Dubes Belanda untuk Indonesia, Marc Gerritsen, juga menyampaikan terima kasih atas proses cepat yang dilakukan pemerintah Indonesia. Marc menyebut proses ini berjalan singkat hanya dua bulan."Hanya dua bulan setelah kunjungan Menteri Luar Negeri saya, hal ini sekarang bisa dilakukan. Sekali lagi kami sangat berterima kasih atas hal ini," ujar Marc."Saya sangat bersyukur Indonesia mengizinkan kedua tahanan Belanda ini bisa lebih dekat dengan keluarganya, dan kami meminta hal ini karena alasan kemanusiaan, seperti yang sudah disampaikan Menteri," tutur Marc.Marc juga menyebut transfer napi ini menggambarkan hubungan yang hangat dan kuat antara kedua negara. Dia menilai kerja sama ini sangat baik dan telah lama terjalin dalam bidang keadilan dan dunia global."Hari ini adalah momen penting dalam hubungan ini, dan saya berharap dapat memperkuatnya lebih jauh lagi di masa depan," ucapnya. Tonton juga video "RI Sepakat Pulangkan 2 Napi Inggris, Ada Terpidana Mati Narkotika"[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Selain itu, ia juga berpesan agar seluruh ASN di Indonesia tetap menjaga integritas dan terus melayani masyarakat dengan hati.Rini menegaskan bahwa ASN harus bekerja secara profesional untuk mendukung tugas-tugas pemerintahan. Pasalnya, Korpri berperan sebagai simbol persatuan, kolaborasi, dan stabilitas nasional melalui kerja sama seluruh komponen bangsa.Lebih lanjut, Penasihat Harian Dewan Pengurus Korpri Nasional ini berharap agar anggota Korpri bekerja dengan inovasi dan efisiensi, serta mengedepankan pelayanan cepat, hemat, dan transparan melalui pemanfaatan teknologi digital.“Saya berharap Korpri menjadi rumah para ASN dan menjadi wadah yang bermanfaat bagi para ASN dan tentunya untuk memudahkan para ASN berkolaborasi. Sekali lagi selamat kepada Korpri. Selamat Hari Ulang Tahun ke-54,” ucap Rini.Baca juga: 29 November Memperingati Hari Apa? Ini Sejarah HUT KORPRI dan Tema Peringatan 2025Pada kesempatan tersebut, ia juga mengajak para anggota Korpri untuk memperkuat solidaritas dan mendukung penanganan bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan sejumlah wilayah lainnya.Upaya tersebut merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian antarsesama untuk setidaknya meringankan beban saudara se-Tanah Air yang terdampak bencana.Sementara itu, Ketua Umum (Ketum) Dewan Pengurus Korpri Zudan Arif Fakrulloh menekankan bahwa Korpri merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pemerintah.Oleh karena itu, ia mengajak para anggota untuk menerapkan kesiapsiagaan Korpri dalam mendorong percepatan pembangunan nasional sejalan dengan Asta Cita Pemerintah Indonesia.Baca juga: Menteri PPN Ajak Perguruan Tinggi Berkontribusi dalam Pembangunan Nasional

| 2026-01-15 08:59