Trauma Berat, Kakak dari Anak yang Bunuh Ibu di Medan Alami Gangguan Stres Akut

2026-01-11 04:03:34
Trauma Berat, Kakak dari Anak yang Bunuh Ibu di Medan Alami Gangguan Stres Akut
MEDAN, - Psikolog Forensik, Irna Minauli menyampaikan, kakak dari AL (12), anak yang bunuh ibu, F (42), di Medan alami acute stress disorder (ASD) atau gangguan stres akut."Jadi satu bentuk trauma yang kalau tidak ditangani akan mengarah pada PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder). Tapi karena kejadiannya belum satu bulan, maka itu masih ASD (Acute Stress Disorder)," kata Irna saat ikut dalam konferensi pers di Polrestabes Medan pada Senin . "Itu ditandai dengan adanya ketakutan, kekhawatiran, kecemasan, bahwa adiknya juga akan mengulangi kejadian yang sama terhadap dirinya," sambungnya.Baca juga: Psikolog Ungkap Kondisi Mental Anak yang Bunuh Ibu di MedanIrna menyampaikan, pihaknya akan bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kelurahan Berencana (P3AKB) Sumut untuk memulihkan psikologis kakak AL.Di lain pihak, Kepala Dinas P3AKB, Dwi Endah Purwanti menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pendampingan terhadap kakak AL dan AL."Kami akan terus melakukan assesmen maupun konsulting kepada kakak dan adik ini. Itu komitmen kami," ucap Dwi.Baca juga: Status Hukum Anak yang Bunuh Ibu Kandung di Medan, Ditetapkan sebagai ABH dan Dijerat Pasal KDRTSebelumnya diberitakan, Kapolrestbes  Medan Kombes Calvin Simanjuntak, menyampaikan, sebelum kejadian, korban bersama dua anaknya tidur dalam kamar di lantai satu.AL dan korban tidur di kasur bagian atas. Sedangkan kakak AL tidur sendirian di kasur bagian bawah. Di sisi lain, suami korban beristirahat di lantai dua.Pada Rabu sekitar pukul 04.00 WIB, AL terbangun dan memandangi korban yang sedang terlelap tidur.Baca juga: Kronologi Anak Bunuh Ibu di Medan, Berawal dari Game Online "Adik (AL) mengambil pisau, membuka bajunya, dan melukai korban," kata Calvijn saat menggelar konferensi pers di Polrestabes Medan pada Senin .Akibatnya, korban mendapati 26 luka tikam. Lalu, sang kakak terbangun karena ditimpa oleh AL. Ia amat terkejut melihat AL menikam ibunya berkali-kali.Dia lekas merampas pisau AL dan membuangnya dalam kamar. Tangan kakak sempat tersayat. AL beranjak ke dapur untuk mengambil pisau kecil.Baca juga: Temuan Laboratorium Forensik Terkait Kasus Anak Bunuh Ibu di Medan, DNA Korban di Gagang PisauSaat AL hendak masuk ke kamar lagi, sang kakak langsung menutup pintu sehingga pisau yang dipegang AL terjatuh.Panik melihat ibunya bersimbah darah, sang kakak berlari ke lantai dua untuk membangunkan ayahnya. AL turut menyusul ke lantai dua, dengan kondisi sudah mengenakan baju, dan memeluk ayahnya.Lalu ketiganya turun ke lantai satu. Kakak dan bapak mengecek kondisi korban. Sedangkan AL terduduk lemas di sofa ruang tamu.Baca juga: Kasus Dugaan Anak 12 Tahun Bunuh Ibu di Medan, Polisi Ungkap Tiga Motif Pemicu Kejadian"Kondisi korban masih hidup dan meminta dipanggil ambulans," ucap Calvijn.Korban sempat pula meminta minum dan segera dipenuhi kakak. Suami korban pun segera menelpon Rumah Sakit Columbia.Menunggu ambulans, korban kembali dibaringkan di tempat tidur. Beberapa menit kemudian, ambulans datang, sekitar pukul 05.40 WIB, namun korban didapati sudah meninggal dunia.


(prf/ega)