5 Fakta Buron Sabu Rp 5 T Dewi Astutik Ditangkap di Kamboja

2026-01-12 16:00:57
5 Fakta Buron Sabu Rp 5 T Dewi Astutik Ditangkap di Kamboja
Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Interpol dan BAIS berhasil menangkap Dewi Astutik alias PA (43). Dewi merupakan buronan Interpol kasus sabu senilai Rp 5 triliun.Dewi Astutik ditangkap di Kamboja pada Senin (1/12) kemarin. Dewi tercatat pernah menjadi tenaga kerja wanita (TKW) di sejumlah negara Asia.Dewi pernah tinggal di Dusun Sumber Agung pada 2009. Dewi menetap di lokasi tersebut usai menikah dengan pria setempat.Penangkapan gembong narkoba ini berawal dari informasi keberadaan Dewi Astutik yang diterima 17 November 2025. BNN kemudian bergerak ke Phnom Penh pada 30 November dengan dukungan KBRI Phnom Penh sebagai penghubung diplomatik dengan otoritas setempat.Setelah seluruh kegiatan berjalan sesuai hukum Kamboja. Athan RI Kolonel Inf Agung B Asmara juga melakukan koordinasi intensif dengan unsur keamanan Kamboja.Dewi Astutik akhirnya berhasil ditangkap di sebuah hotel kawasan Sihanoukville, Kamboja pada 1 Desember kemarin, pukul 13.39 waktu setempat.Polisi Kamboja bergerak menyergap Dewi Astutik di depan hotel. Sementara tim BNN RI memastikan identitas buronan terverifikasi sesuai Red Notice.Dewi Astutik ditangkap tanpa perlawanan. Dia langsung dibawa ke Pnom Pehn kemarin untuk menjalani proses administrasi dipulangkan ke Indonesia.Dewi Astutik Aktor UtamaDewi Astutik diduga merupakan aktor utama dalam kasus ini. Dewi menyelundupkan 2 ton sabu denilai Rp 5 triliun."DPO yang dimaksud ini diduga merupakan aktor utama dari penyelundupan 2 ton sabu senilai Rp 5 triliun dan kasus narkotika lainnya yang terjadi wilayah Indonesia," kata Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto dalam konferensi pers, Selasa (2/12/2025).Dia mengatakan pengungkapan kasus ini menyelamatkan sekitar 8 juta jiwa dari ancaman bahaya narkoba."Penangkapan 2 ton sabu tersebut berhasil menyelamatkan sekitar 8 juta jiwa dari ancaman bahaya narkotika," ujarnya. Rekrutor Jaringan Narkoba Asia-AfrikaBNN mengungkap peran Dewi Astutik dalam kasus narkoba ini. Dewi Astutik ternyata juga merupakan buronan Korea Selatan."Dewi Astutik ini merupakan rekrutor dari jaraingan perdagangan narkotika Asia-Afrika dan juga jadi DPO dari negara Korea Selatan," ujar Komjen Suyudi.Komjen Suyudi juga menyampaikan Dewi Astutik merupakan salah satu WNI yang mendominasi kawasan Golden Triangle atau jaringan narkoba internasional. Selain Dewi, satu sosok lainnya yakni Fredy Pratama."Berdasarkan hasil analisa terdapat dua nama utama asal Indonesia yang mendominasi kawasan Golden Triangle yakni Fredy Pratama dan Dewi Astutik alias Kak Jinda alias Dinda ini," ucapnya.8 Juta Jiwa TerselamatkanKomjen Suyudi mengungkap penangkapan Dewi Astutik berhasil menyelamatkan 8 juta jiwa dari bahaya narkotika. Penangkapan Dewi Astutik merupakan hasil kolaborasi BNN dengan sejumlah pihak. Mulai Kepolisian Kamboja, Bais, hingga Interpol."Penangkapan 2 ton sabu tersebut berhasil menyelamatkan sekitar 8 juta jiwa dari ancaman bahaya narkotika," kata Komjen Suyudi.Dewi Astutik merupakan rekrutor jaringan Asia-Afrika. Selain menjadi buron di Indonesia, dia merupakan buron di Korea Selatan (Korsel)."Selain itu, PAR alias Dewi Astutik alias Kak Dinda alias Dinda ini merupakan rekrutor dari jaringan Asia-Afrika. Dan juga menjadi DPO dari negara Korea Selatan," ungkapnya. Sinergi InternasionalDewi Astutik ditangkap di Kamboja setelah menjadi buron Interpol dalam kasus penyelundupan sabu 2 ton senilai Rp 5 triliun. Penangkapan gembong narkoba Dewi Astutik ini menjadi wujud nyata kolaborasi internasional."Operasi penangkapan ini merupakan wujud nyata kolaborasi internasional antara BNN RI dengan Bais perwakilan Kamboja, Kepolisian Kamboja, KBRI Phnom Penh, Polri dalam hal ini Interpol serta Bea Cukai, Kemenkeu dan Kemenlu," ujar Komjen Suyudi.Dewi Astutik selama bertahun-tahun menjadi buronan bukan hanya di Indonesia. Dewi Astutik berhasil ditangkap di Sihanoukville, Kamboja.Komjen Suyudi mengatakan penangkapan Dewi Astutik juga berdasarkan red notice Interpol dan surat DPO BNN yang diterbitkan 3 Oktober 2024.Dewi Astutik Pindah-pindah NegaraKomjen Suyudi menyebutkan Dewi Astutik merupakan salah satu WNI pengendali narkotika dari kawasan Golden Triangle selain Fredy Pratama. Dewi, menurut dia, kerap berpindah-pindah negara untuk mengelabuhi petugas."Tentunya kesulitannya karena yang bersangkutan ini satu, dia adalah bagian dari jaringan internasional yang selama ini pindah dari negara satu, ke negara lain," kata Suyudi.Namun, Suyudi menjelaskan, pada Senin, 17 November lalu, pihaknya menerima informasi tentang keberadaan Dewi di wilayah Phnom Penh, Kamboja. Tak menunggu lama, tim dari BNN langsung turun ke lapangan untuk melakukan operasi penangkapan."Pada saat yang bersangkutan berada di negara Kamboja, kita dengan kerja sama yang tadi saya sampaikan, bisa menemukan titik yang bersangkutan sehingga kita lakukan penangkapan dengan kolaboratif antara negara Indonesia dan pemerintah Kamboja," jelasnya.Simak juga Video: Kronologi Penangkapan Buron Sabu Rp 5 T Dewi Astutik[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-01-12 14:58