Beredar SMS Pemberitahuan E-Tilang Menyertakan Link, Kejaksaan RI: Itu Penipuan

2026-01-12 15:50:57
Beredar SMS Pemberitahuan E-Tilang Menyertakan Link, Kejaksaan RI: Itu Penipuan
- Belakangan ini, marak beredar link pemberitahuan surat tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) yang dikirim melalui pesan teks SMS.Hal itu diungkap warganet melalui unggahan di media sosial X, @txtdarikalsel pada Jumat .Dalam unggahannya, surat e-tilang dikirimkan dengan menyertakan link yang mengarah ke situs mirip e-tilang Kejaksaan RI.Situs tersebut memuat informasi jenis pelanggaran, tanggal jatuh tempo, nomor pelat kendaraan bermotor, dan jumlah denda tilang sebesar Rp 100.000."Anda memiliki denda lalu lintas yang belum dibayar. Silakan berurusan tepat waktu untuk menghindari denda dan hukuman tambahan. Periksa sekarang: kejaksean.cc/id," bunyi pesan tersebut.Menurut warganet, SMS e-tilang tersebut adalah penipuan dan banyak warga yang sudah menjadi korban."Kalsel pun sudah terjadi, mohon teliti dan waspada dengan web abal-abal itu," tulis warganet.Lantas, apakah Kejaksaan RI mengirimkan pemberitahuan surat e-tilang melalui SMS?Baca juga: Bayar Denda E-tilang secara Online Disebut Lebih Mahal daripada di Kejaksaan, Ini Kata PolisiKapuspenkum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna memastikan bahwa surat e-tilang yang mengatasnamakan Kejaksaan RI dan dikirim melalui SMS adalah penipuan."Tidak pernah, itu penipuan. Mohon diabaikan dan dilaporkan," kata dia, saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin .Modus penipuan tersebut dilakukan melalui teknik web phising.Web phising adalah metode penipuan daring yang melibatkan pembuatan situs web palsu dengan meniru situs web resmi.Dengan begitu, pelaku bisa mengelabuhi korban agar memberikan informasi data pribadi.Sementara itu, Dirlantas Polda Kepri Kombes Pol, Andika Bayu Adhittama menegaskan bahwa sistem e-tilang tidak pernah menggunakan SMS sebagai sarana pemberitahuan resmi.Pemberitahuan ELTE secara resmi hanya dilakukan melalui pesan WhatsApp atau email.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Dalam pembukaan forum yang berlangsung di Hedley Bull Lecture Theater 3 tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq juga menekankan bahwa pembudayaan Bahasa Indonesia tak lagi hanya menjadi urusan domestik, tetapi sudah menjadi bagian dari strategi diplomasi yang relevan di tengah perubahan geopolitik kawasan.Ia menyebut bahwa posisi Indonesia dan Australia yang semakin strategis dalam dinamika Indo-Pasifik membuat penguatan bahasa menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.Menurutnya, kedua negara tidak hanya berbagi kedekatan geografis dan hubungan diplomatik yang panjang, tetapi juga berada pada simpul penting ekonomi masa depan.Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia dan Australia sama-sama memiliki peran besar dalam rantai pasok mineral strategis yang menjadi tulang punggung transisi energi dan industri berkelanjutan. Situasi ini menempatkan kerja sama kedua negara bukan semata hubungan bilateral, tetapi bagian dari arsitektur geoekonomi global.Di atas fondasi itulah, bahasa dan pendidikan dipandang sebagai jembatan yang memperkuat kemitraan jangka panjang. Penguasaan Bahasa Indonesia di Australia maupun peningkatan pemahaman budaya di kedua belah pihak diyakini mampu memperluas ruang kolaborasi, mulai dari dunia akademik, industri, hingga diplomasi publik.“Saya hadir mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bapak Abdul Mu’ti dalam acara Kongres Pertama Bahasa Indonesia ini untuk menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam memperkuat peran Bahasa Indonesia di kawasan regional dan global melalui diplomasi pendidikan dan kebudayaan,” tegasnya.

| 2026-01-12 15:04