Kisah Risma: Jebolan ITB, Kerja di BUMN, tapi Resign buat Jadi Social Entrepreneur

2026-01-12 15:48:06
Kisah Risma: Jebolan ITB, Kerja di BUMN, tapi Resign buat Jadi Social Entrepreneur
- Hidup tidak melulu soal materi. Terkadang, kecukupan finansial di zona nyaman justru terasa hampa jika tidak diiringi dengan kebermanfaatan bagi sesama.Hal itu pula yang dialami oleh Risma Indriyani, seorang alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) yang memilih banting setir menjadi entrepreneur. Padahal, posisi marketing manager yang ia pegang sebelumnya d menjanjikan karier mentereng dan penghasilan stabil.Namun, panggilan hati dan sebuah "sentilan" lewat peristiwa tak terduga membawanya pulang ke Bandung untuk membesarkan PT Suhuf Kridasana Nusantara, sebuah toko seni dan kerajinan tangan daur ulang ramah lingkungan.Perjalanan karier Risma sebenarnya adalah impian banyak fresh graduate. Lulus dari jurusan Biologi ITB pada 2016, Risma tidak langsung terjun ke dunia bisnis. Ia sadar, dirinya berasal dari keluarga sederhana tanpa latar belakang bisnis yang kuat."Jujur, dari dulu saya ingin jadi entrepreneur. Tapi karena keluarga saya sederhana, saya merasa harus punya ilmunya dulu dan mengumpulkan modal. Makanya saya masuk ke perusahaan-perusahaan besar untuk belajar," ungkap Risma kepada Kompas.com, Rabu .Kariernya dimulai sebagai Training Specialist di sebuah perusahaan ponsel swasta selama hampir 4 tahun. Kehausannya akan ilmu membawanya terus naik kelas. Pada tahun 2020, ia bergabung dengan salah satu anak usaha BUMN sebagai Business Development dan Branding Strategist.Prestasinya gemilang. Ia kemudian dipercaya menjadi Marketing Manager di perusahaan tersebut, di mana ia membangun sistem pemasaran dari nol selama dua tahun di Jakarta. Terakhir, pada Maret 2025, ia sempat berpindah menjadi Marketing Manager di sebuah perusahaan fashion.Tahun 2025 menjadi tahun penuh gejolak sekaligus titik balik bagi Risma. Di tengah kesibukannya bekerja, ia merasa gelisah. Ia sempat melakukan sholat istikharah, meminta petunjuk apakah harus bertahan atau mengejar mimpinya."Entah kenapa di dalam istikharah itu saya disuruh pulang. Tapi saya enggak pulang-pulang, saya enggak bisa resign," kenangnya.Tuhan punya cara lain untuk memanggilnya pulang. Pada Juli 2025, Risma mengalami kecelakaan kerja saat mengurus sebuah event. Lengan kiri atasnya patah. Cedera parah ini memaksanya kembali ke Bandung untuk menjalani pemulihan (bed rest) dalam waktu yang cukup lama.Dalam masa pemulihan itulah, Risma merenung. Ia melihat kondisi ekonomi yang sedang sulit, tingginya angka PHK, dan banyaknya pengangguran di sekitar tempat tinggalnya."Saya mikir, apa ini petunjuk dari Allah? Saya sudah disuruh pulang lewat hati tapi enggak mau, akhirnya dikasih kecelakaan sedikit supaya saya benar-benar pulang dan melihat kondisi sekitar," ujarnya.Momen itu membulatkan tekadnya. Risma memutuskan berhenti dari dunia korporat dan fokus total membesarkan PT Suhuf Kridasana Nusantara yang sebenarnya sudah ia akuisisi sejak tahun 2020 namun sempat terbengkalai karena kesibukannya bekerja.Baca juga: Kisah Nurul, Dulu Kuliah S1 Dapat IPK 2,97, Kini Jadi Guru Besar UGMBerlokasi di Dago Atas, Bandung, Suhuf berfokus pada produksi kertas daur ulang handmade dan kerajinan tangan. Uniknya, bahan baku utama mereka bukanlah kayu, melainkan limbah pertanian seperti pelepah pisang, jerami, hingga serat abaka."Kami mengedukasi petani. Biasanya setelah panen, limbah seperti pelepah pisang atau jerami itu dibakar dan merusak lingkungan. Kami datang, kami edukasi, lalu kami beli limbahnya. Dan itu menjadi raw material utama kami saat ini," jelas Risma.


(prf/ega)