BANGKOK, - Militer Thailand menuduh Kamboja melanggar perjanjian gencatan senjata dengan menerbangkan lebih dari 250 drone di atas wilayahnya.Padahal, gencatan senjata itu baru berlangsung dua hari setelah bentrokan perbatasan yang mematikan selama berminggu-minggu."Lebih dari 250 pesawat tak berawak (UAV) terdeteksi terbang dari sisi Kamboja, memasuki wilayah kedaulatan Thailand," bunyi pernyataan militer Thailand pada Minggu malam, dikutip dari AFP."Tindakan tersebut merupakan provokasi dan pelanggaran terhadap langkah-langkah yang bertujuan mengurangi ketegangan, yang tidak sesuai dengan Pernyataan Bersama yang disepakati selama pertemuan komite perbatasan bilateral pada hari Sabtu," tambahnya.Baca juga: Trump Sindir PBB Saat Puji Gencatan Senjata Thailand-KambojaSementara itu, Menteri Luar Negeri Kamboja, Prak Sokhonn mengatakan, kedua pihak telah membahas insiden tersebut dan sepakat untuk menyelidiki dan menyelesaikannya segera."Ini masalah kecil terkait dengan drone yang terbang dan terlihat oleh kedua belah pihak di sepanjang garis perbatasan," ujarnya dalam pernyataan yang disiarkan di televisi pemerintah, Senin.Untuk diketahui, Thailand dan Kamboja menyepakati gencatan senjata pada Sabtu.Kedua pihak berjanji untuk mengakhiri bentrokan perbatasan yang telah menewaskan puluhan orang serta menyebabkan lebih dari satu juta orang mengungsi bulan ini.Bentrokan ini menyebar ke hampir setiap provinsi perbatasan di kedua sisi, serta merusak gencatan senjata sebelumnya yang diklaim oleh Presiden AS Donald Trump.Baca juga: Thailand dan Kamboja Sepakat Gencatan Senjata, Akhiri Perang di PerbatasanBerdasarkan kesepakatan yang ditandatangani, Thailand dan Kamboja sepakat untuk menghentikan baku tembak, membekukan pergerakan pasukan, dan bekerja sama dalam upaya pembersihan ranjau dan memerangi kejahatan siber.Konflik perbatasan ini berakar dari perselisihan lama terkait garis demarkasi warisan kolonial sepanjang 800 kilometer, dan kepemilikan sejumlah situs candi kuno yang berada di wilayah perbatasan. Perang Thailand-Kamboja terbaru pecah sejak 7 Desember 2025. Kedua pihak saling menuduh sebagai pemicu, sama-sama mengeklaim bahwa lawan menyerang wilayah sipil.Kesepakatan gencatan senjata ini menyusul pertemuan para menteri luar negeri Asia Tenggara di Malaysia, Senin untuk menghentikan konflik Thailand-Kamboja.
(prf/ega)
Baru 2 Hari Gencatan Senjata, Thailand Tuding Kamboja Kerahkan 250 Drone ke Wilayahnya
2026-01-11 03:54:24
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 03:44
| 2026-01-11 03:14
| 2026-01-11 03:07
| 2026-01-11 01:48
| 2026-01-11 01:33










































