JAKARTA, - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kerentanan perempuan terhadap penipuan keuangan tidak hanya dipicu oleh modus pelaku, tetapi juga oleh dinamika sosial yang kerap melingkupi kehidupan sehari-hari. Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan OJK Cecep Setiawan menilai lingkar pertemanan, komunitas, hingga keluarga justru kerap menjadi pintu masuk berbagai tawaran keuangan berisiko, tanpa kecuali pinjaman online (pinjol).Cecep Setiawan menjelaskan, dalam komunitas ibu-ibu seperti arisan atau perkumpulan sosial, sering muncul figur yang dianggap berpengaruh.Baca juga: Ternyata Literasi Keuangan Perempuan Masih Rendah, Rentan Terjerat Pinjol IlegalPIXABAY/FIRMBEE Ilustrasi pinjaman online atau pinjol, pinjaman daring."Istri itu gampang senang berkumpul ya. Mungkin dia juga senang arisan dan sebagainya, senang berkumpul. Sehingga ketika ada pimpinan arisannya, kalau istilah kerennya itu influencernya mau investasi di sini, kadang-kadang ikut-ikutan," jelasnya dalam literasi keuangan dan memperingati Hari Ibu OJK dan Kemenko PMK di Jakarta pada Senin .Ketika figur perkumpulan tersebut merekomendasikan suatu produk, termasuk investasi, banyak anggota yang cenderung mengikuti tanpa melakukan verifikasi mendalam.Selain faktor sosial, pola konsumsi juga menjadi tantangan tersendiri. Cecep menilai sebagian perempuan terdorong untuk berbelanja bukan karena kebutuhan, melainkan demi membangun citra di hadapan lingkungan sekitar. Perilaku ini kerap berujung pada pengeluaran di luar kemampuan finansial.Baca juga: Kadin Indonesia dan Organisasi Pengusaha Turki Kerja Sama Pemberdayaan Wirausaha PerempuanKondisi tersebut, lanjut Cecep, sering menjadi awal dari masalah yang lebih besar, yakni jeratan utang. Ketika penghasilan tidak mampu menutup kebutuhan dan gaya hidup, pinjaman daring menjadi jalan pintas yang dipilih. Namun, ketergantungan pada pinjol justru memperparah kondisi keuangan karena utang lama ditutup dengan utang baru.
(prf/ega)
Ketika Keputusan Keuangan Perempuan Diuji Godaan Investasi dan Pinjol
2026-01-12 15:46:06
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 16:23
| 2026-01-12 16:21
| 2026-01-12 16:05
| 2026-01-12 15:50
| 2026-01-12 14:53










































