Dinas Tak Punya Anggaran, Warga Sonyo Kulon Progo Iuran Perbaiki Jalan

2026-01-12 02:48:50
Dinas Tak Punya Anggaran, Warga Sonyo Kulon Progo Iuran Perbaiki Jalan
KULON PROGO, – Warga Padukuhan Sonyo, Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, melakukan perbaikan jalan secara swadaya selama sepekan terakhir.Mereka harus iuran mengumpulkan dana, sementara itu dinas terkait mengaku tidak punya anggaran.Langkah ini diambil karena jalan rusak parah di sejumlah titik belum ditangani oleh pemerintah.Dukuh Sonyo, Suranto, menyebut terdapat lima titik kerusakan serius di wilayah Gunung Kelir dan Sonyo yang menjadi prioritas warga.Baca juga: Cerita dari Jalan Sonyo–Watu Belah di Kulon Progo: Dulu Jadi Andalan, Kini DitinggalkanHingga kini, empat titik paling mendesak telah diperbaiki dengan panjang sekitar 150 meter.Namun, perbaikan tersebut baru memungkinkan akses sepeda motor, sementara kendaraan roda empat belum bisa melintas karena jembatan masih terputus.“Yang kami tangani lebih dulu titik-titik darurat. Empat titik sudah bisa dilewati motor, tetapi mobil belum karena jembatan masih putus,” kata Suranto, Selasa .Perbaikan terakhir dilakukan pada Minggu dengan membuka separuh badan jalan agar akses warga tidak terputus sepenuhnya. Langkah ini bersifat sementara untuk menjaga mobilitas warga.Salah satu titik paling krusial adalah gorong-gorong yang sebelumnya diperbaiki secara darurat menggunakan batang kelapa (gelugu) pada pertengahan tahun.Perbaikan tersebut hanya bertahan sekitar empat bulan sebelum kembali rusak akibat longsornya talut.Baca juga: Muatan Truk Terlalu Tinggi dan Senggol Pohon, Ibu Tewas dan Anak Luka Berat di Kulon Progo“Talutnya longsor lagi, sayapnya ambrol. Sekarang tinggal separuh yang terpasang,” kata Sunarto.Perbaikan gorong-gorong hingga kini belum dilanjutkan karena warga masih menunggu kejelasan rencana penanganan dari pemerintah yang juga berencana memperbaiki titik tersebut.Seluruh kegiatan perbaikan dilakukan melalui donasi swadaya warga yang ditutup pada Minggu lalu, dengan total dana terkumpul sekitar Rp 45 juta.Warga bergotong royong melakukan pengecoran rabat beton tanpa melibatkan kontraktor atau pekerja proyek.Jika realisasi anggaran pemerintah dirasa terlalu lama, maka warga berencana melanjutkan perbaikan jembatan secara mandiri.


(prf/ega)