Pelukan "Nenek" Terbuat dari Cinta dan Keajaiban

2026-01-12 22:27:50
Pelukan
“Tidak ada mimpi yang terlalu besar ketika Anda memiliki seorang nenek yang percaya pada Anda. ”DUA hari terakhir ini, kenangan mendiang nenek begitu menghunjam sanubari saya yang terdalam.Sebagai seorang istri penisunan polisi berpangkat rendah, nenek begitu perkasa untuk ikut menyingsingkan lengan menambal uang pensiun kakek yang tidak begitu besar.Demi membantu ibu saya yang juga mendapat setoran gajian ayah sebagai serdadu TNI dari golongan bintara dan beranak enam orang, tentu nenek begitu peduli.Adzan Subuh belum terdengar, tetapi bunyi alat-alat masak di dapur begitu nyaring terdengar di dapur. Nenek begitu sigap mengolah pisang, ubi dan ketan untuk hidangan kolak yang enak.Belum lagi tangan nenek begitu cekatan memotong kikil sapi dan menguleg bumbu kacang untuk bahan rujak cingur.Saban pagi, di rumah kuno di Gang Batok, Malang, Jawa Timur, perjuangan nenek dan kakek berjualan rujak cingur dan kolak bermula.Saya yang masih pelajar kelas 2 SD Kriten Merapi sudah “bertugas” memasang terpal untuk memayungi jualan nenek agar tidak kepanasan atau kehujanan.Bagi saya, nenek adalah “pahlawan” yang mengajarkan arti perjuangan sejak dini. Dari nenek yang buta huruf, saya ditempa untuk selalu rajin belajar agar tidak bodoh dan terjerumus ke pergaulan nakal.Baca juga: Ketika Kader Gerindra Menolak Budi ArieNenek saya masih sempat menimang putri saya atau cicitnya saat masih bocah dan masih menjadi saksi cucunya ini lulus sarjana S-1 dari Universitas Indonesia (UI), walau tidak lagi menyaksikan saya tamat S-2 dan S-3. Apalagi bisa melihat cicitnya tengah menempuh program S-2 di Australia.Saya bisa membayangkan larat kesedihan nenek mendiang Alvaro Kiano Nugroho (6) yang begitu berat menerima kenyataan kalau sang cucu akhirnya ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan.Sejak Maret 2025, Alvaro menghilang dari sekitar rumahnya di Kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan.Setiap saat nenek Alvaro menunggu kabar kepastian nasib cucunya hingga mendapat Alvaro ditemukan dalam kondisi tinggal tulang belulang di Kawasan Tenjo, Bogor, Jawa Barat, berselang 8 bulan sejak menghilang.Usai perceraian kedua orangtuanya dan ditinggal ibunya merantau ke Malaysia, Alvaro dibesarkan oleh nenek kakeknya sehingga ikatan batin begitu lekat.Jika nurani orang masih tumpul, maka kesedihan dan rasa kehilangan yang dirasakan nenek Alavaro tentu tidak akan dirasakan.


(prf/ega)