SEMARANG, – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi telah meminta membuat klaster pengungsi bencana tanah longsor di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara agar mobilisasi lebih cepat dan terarah.Bantuan yang sudah terkumpul dilaporkan mencapai ratusan juta rupiah.Sebelumnya, sebanyak 26 warga dilaporkan hilang dalam bencana tanah longsor di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara.Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng mencatat, hingga Senin pukul 08.37 WIB, ada 823 jiwa mengungsi ke pos pengungsian di halaman Kantor Kecamatan Pandanarum.Baca juga: Kerugian Longsor Banjarnegara Capai Rp 3,68 Miliar, Gubernur Janji Bantu PemulihanLalu, dua warga meninggal dengan rincian satu korban meninggal dunia di RSUD Banjarnegara dan satu lainnya ditemukan meninggal dekat lokasi longsor pada pukul 07.48 WIB.Proses evakuasi dan pencarian korban terus dilakukan tim SAR.BPBD Jateng dan Kabupaten Banjarnegara, relawan, TNI-Polri, dan Forkopimcam bergerak cepat mendirikan tenda pengungsian, dapur umum, pos lapangan, serta layanan kesehatan darurat.Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memastikan penanganan dilakukan secara terpadu sejak informasi bencana diterima.Sejumlah kebutuhan mendesak mulai disalurkan, antara lain logistik permakanan, selimut dan matras, hygiene kit, family kit, kids ware, air mineral, hingga perangkat ATK, laptop, dan printer untuk menunjang posko.“Informasi awal berkembang 800-an masyarakat terdampak. Ada 26 yang masih (terjebak) di hutan karena kejadiannya mendadak. Ada juga yang mungkin tertimbun,” tegas Luthfi dalam keterangan tertulis.Baca juga: Bantuan Sembako, Kasur Lipat, dan Ambulans Tegal Tiba di Lokasi Longsor Cilacap dan BanjarnegaraDia menyebut, pencarian dan upaya penanganan diperkuat bersama Pangdam, Basarnas, dan BNPB.Sementara itu, bantuan logistik lainnya dari provinsi sudah disiapkan dan dikirim. “Hari ini kami bergerak (pencarian) by name by address. Kita bentuk klaster pengungsi, logistik, sarpras, dan kesehatan agar mobilisasi lebih cepat dan terarah,” ujarnya.Sebagai informasi, data bantuan yang telah masuk dari OPD dan BUMD Provinsi Jawa Tengah tercatat senilai Rp 385,48 juta, meliputi logistik dari Dinas Sosial yang bersumber dari APBN senilai Rp239,35 juta, beras dua ton dari Dinas Ketahanan Pangan senilai Rp27 juta, serta obat-obatan dari Dinas Kesehatan senilai Rp11,91 juta.Lalu, BUMD Jateng Peduli Bencana menyalurkan logistik dari BPR BKK Mandiraja senilai Rp 15,5 juta dan tiga ton beras dari Bank Jateng senilai Rp 45 juta, serta logistik dari BPBD Jateng senilai Rp 46,72 juta.Baca juga: Dua Jam Menyusuri Jalur Retak: Kisah Warga Situkung Lolos dari Longsor BanjarnegaraSelain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga mengalokasikan Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp450 juta untuk penanganan rumah warga yang tertimbun atau musnah.Lebih lanjut, ia mengingatkan masyarakat Jawa Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat banyaknya wilayah yang rawan longsor.“Jawa Tengah ini minimarket bencana. Ada daerah-daerah tertentu yang harus diantisipasi: Batang, Kendal, Wonosobo, Banjarnegara, Brebes–Bumiayu, Magelang, Temanggung. Potensi gerakan tanah tinggi. Harus ada pencegahan dini,” katanya.Pemprov juga akan menggelar rapat terbatas untuk memperkuat mitigasi jangka menengah dan panjang.
(prf/ega)
Klaster Pengungsi Longsor Banjarnegara Dibentuk, Bantuan Terkumpul Ratusan Juta
2026-01-12 03:30:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 03:12
| 2026-01-12 02:53
| 2026-01-12 02:27
| 2026-01-12 01:22










































