Banjir Tapteng Sumut Telan Rumah dan Penghidupan, Warga Trauma: Takut Lihat Air Bawa Kayu

2026-01-11 04:02:54
Banjir Tapteng Sumut Telan Rumah dan Penghidupan, Warga Trauma: Takut Lihat Air Bawa Kayu
MEDAN, - Banjir dan longsor telah meluluhlantakkan jalan-jalan utama, persawahan, kebun, hingga ribuan rumah warga di Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara.Tempat tinggal yang dibangun berpuluh-puluh tahun silam dalam sekejap rusak, bahkan hilang digulung air bercampur tanah dan gelondongan kayu pada Selasa lalu.Peristiwa sore itu sama sekali tidak pernah terpikirkan oleh masyarakat, apalagi sampai menelan korban jiwa.Musibah tersebut pun benar-benar mengubah banyak hal.Rutinitas kerja berkebun, mencari sewa dengan angkutan umum, berkumpul di rumah dengan keluarga sudah tidak bisa dilakukan.Baca juga: Korban Bencana Tapteng Curhat ke Bobby: Rumah Saya Hilang, Tersapu Longsor, Tertanam LumpurSatu bulan seusai banjir dan longsor memporak-porandakan, ribuan warga terdampak masih tinggal di pengungsian.Ada juga yang memilih menumpang di rumah tetangga.Masalah baru pun menanti.Penyintas banjir di Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah, kini tidak hanya dibayangi rasa trauma, tetapi juga kekhawatiran dengan masa depan yang tidak ada kepastian.Rosmayani Situmeang (60) menceritakan saat banjir melanda Desa Rampa, Kecamatan Sitahuis.Dia berjalan kaki selama 12 jam menuju Kota Sibolga menjemput sembako.Pertama kejadian, bantuan belum masuk hingga dua pekan lebih sehingga terpaksa menerobos hutan dan mendaki perbukitan karena banyak jalan ambles dan tertutup material tanah serta kayu.Baca juga: Tinjau Lokasi Rumah Terdampak Banjir di Tapteng, Bobby: Semua Akan Diganti Presiden"Dua kali aku ke Sibolga menjemput sembako jalan kaki. Berangkat jam 7 pagi sampai di rumah jam 5 sore. Hujan lagi. Bayangkanlah mendaki gunung, melewati lumpur. Ngerilah," kata Rosmayani, menyeka air mata saat diwawancarai usai menerima sembako dari relawan, Senin .Sepulang dari Sibolga, ia mendapat beras, minyak makan, roti, hingga mi instan.Dia tidak sendiri, tetapi ramai-ramai bersama warga satu desa.


(prf/ega)