Polisi Selidiki Penyebab Ambruknya Lantai 2 Sekolah Alam Purwokerto, 21 Korban Masih di RS

2026-01-17 07:04:55
Polisi Selidiki Penyebab Ambruknya Lantai 2 Sekolah Alam Purwokerto, 21 Korban Masih di RS
PURWOKERTO, - Polisi masih menyelidiki penyebab ambruknya lantai 2 Sekolah Alam Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah yang menyebabkan 21 korban luka.Sementara ini, polisi belum mengetahui penyebabnya."Masih dalam proses penyelidikan, kami belum bisa memastikan penyebabnya," kata Kapolsek Purwokerto Utara Kompol Margono di lokasi kejadian, Selasa petang.Margono mengatakan, polisi telah melakukan olah TKP dan sedang meminta keterangan sejumlah saksi. Ia mengatakan perlu memeriksa kondisi lantai secara teknis terlebih dahulu.Baca juga: Lantai 2 Ambruk Saat Hari Guru, Sekitar 20 Guru dan Karyawan Sekolah Alam Purwokerto Luka-luka"Kami belum bisa menyimpulkan, karena itu (lantainya) terbuat dari kayu, harus dicek dulu secara teknisnya bagaimana," jelas Margono.Lebih lanjut, Margono mengatakan, saat ini seluruh korban yang merupakan guru dan karyawan sedang menjalani observasi di rumah sakit."Informasi awal tadi dari pihak security sini, korbannya sekitar 21 orang. Tapi nanti kami cek dulu, anggota masih di lapangan untuk pengecekan detail itu," ujar Margono.Margono menambahkan, korban yang dilarikan ke rumah sakit merupakan guru dan karyawan. Ia memastikan tidak ada murid yang terdampak.Baca juga: Honda Freed Tabrak Orang dan Sejumlah Kendaraan di Purwokerto, 2 Tewas, 3 Luka-Luka"Korbannya guru dan karyawan, tidak ada murid," kata Margono.Diberitakan sebelumnya, insiden di Sekolah Alam ini terjadi pada Selasa sore.Lantai 2 bangunan yang terbuat dari kayu itu ambruk. Akibatnya, sekitar 20-an guru dan karyawan yang sedang berada di lantai 2 terjatuh hingga mengalami luka-luka.Rido (22), salah seorang pekerja Sekolah Alam Purwokerto, menceritakan, dirinya baru datang ke lokasi sekitar pukul 16.00 WIB.Tiba-tiba ia mendengar suara yang mengejutkan. Setelah berlari menuju lokasi ia mengetahui sudah ada banyak orang yang terluka."Saya datang sekitar jam 16.00. Tiba-tiba ada suara ‘brak’. Begitu saya lari ke lokasi, sudah banyak yang luka-luka," ungkap Rido yang saat kejadian sedang di pelataran sekolah.Baca juga: Sopir Salah Injak Pedal Gas, Ayla Tabrak Ruko Kosong di PurwokertoSelanjutnya, para korban langsung dievakuasi ke rumah sakit oleh personel Damkar dan relawan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-01-17 07:20