Update Pencarian Korban Longsor Cibeunying Hari Ini: Dua Ditemukan, Delapan Masih Hilang

2026-01-12 15:33:06
Update Pencarian Korban Longsor Cibeunying Hari Ini: Dua Ditemukan, Delapan Masih Hilang
- Tim SAR gabungan menemukan dua korban longsor di Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada Senin pagi.Penemuan ini terjadi pada hari kelima operasi pencarian korban longsor Majenang yang terjadi pada Kamis malam.Hingga temuan terbaru ini, masih ada delapan korban yang belum ditemukan dan terus dalam pencarian.Operasi pencarian dilakukan oleh tim SAR gabungan dengan metode khusus untuk mempercepat penemuan para korban yang tertimbun material longsor.Baca juga: Update Longsor Banjarnegara: 2 Orang Meninggal, 27 Diduga Tertimbun, Ratusan Warga MengungsiDilansir dari TribunBanyumas.com, Kepala Basarnas Cilacap, Muhammad Abdullah, mengonfirmasi penemuan dua korban pagi ini."Alhamdulillah, sampai dengan sekarang, pada pukul 08.57 WIB telah ditemukan satu korban atas nama Nina Nurfauziyah usia 9 tahun dalam kondisi meninggal dunia di worksite A-2," kata Abdullah dikutip dari Breaking News Kompas TV, Senin pagi."Begitu juga pada pukul 09.37 WIB, telah ditemukan korban kedua atas nama Wafiqnir Ainisah usia 15 tahun, dalam kondisi meninggal dunia di worksite A-2," lanjutnya.Jenazah kedua korban kemudian dievakuasi ke RSUD Majenang untuk proses identifikasi.Dengan penemuan ini, total sudah 15 korban longsor yang ditemukan.Baca juga: Hari Kelima, Drone Thermal Diturunkan untuk Cari 10 Korban Hilang Longsor Cibeunying CilacapTim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap delapan korban lain yang dinyatakan hilang.Selain dua korban meninggal, tim SAR juga menemukan dua sepeda motor di worksite B-2 dan menyerahkannya kepada pemilik.Abdullah mengatakan operasi pencarian hari ini dimulai pukul 06.00 WIB.Tim SAR gabungan menerapkan lima metode pencarian dalam operasi hari kelima.Upaya dilakukan di dua dusun terdampak longsor, yaitu Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyu.SAR Mission Coordinator (SMC), Muhamad Abdullah, menjelaskan metode yang digunakan mencakup drone thermal, anjing pelacak, pompa air atau alkon, metode ekstrikasi modern dan manual, serta alat berat.


(prf/ega)