Gara-gara Uang Rp2.000, Sopir Truk Asal Lampung Tewas Ditusuk Pemalak di Palembang

2026-01-12 15:15:54
Gara-gara Uang Rp2.000, Sopir Truk Asal Lampung Tewas Ditusuk Pemalak di Palembang
PALEMBANG, - Seorang sopir truk asal Lampung, Al Kodirin (44), tewas setelah ditusuk sekelompok pemalak saat melintas di simpang Macan Lindungan, Kecamatan Ilir Barat 1, Palembang, Sumatera Selatan.Insiden tragis ini terjadi pada Senin malam, 24 November 2025.Menurut informasi, Al Kodirin yang mengemudikan truk jenis Mitsubishi Colt Diesel bernopol BE 8139 CW bersama kernetnya, Husaini (26), terjebak kemacetan di lampu merah.Empat orang pelaku kemudian mendatangi kendaraan mereka dan meminta sejumlah uang dengan alasan untuk membeli minuman.Baca juga: Hasil Otopsi Korban Pembunuhan di Puncak Bogor, Luka Tusuk Leher dan Iga PatahAl Kodirin memberikan uang sebesar Rp 2.000 kepada pelaku, namun tawaran tersebut ditolak dan memicu perdebatan.“Saat diberikan uang Rp 2.000, pelaku ini marah sehingga korban ditusuk dan meninggal di lokasi kejadian,” ungkap Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Andrie Setiawan, kepada wartawan, Selasa .Al Kodirin berusaha melawan dengan mengambil pipa besi yang ada di bagian bawah truk.Namun, pada saat bersamaan, salah satu pelaku datang membawa pisau. Sementara pelaku lainnya membawa batu dan bambu.Meskipun korban sempat memukul pelaku yang membawa pisau, pelaku berhasil bangkit dan mengejar Al Kodirin sebelum akhirnya menikamnya.“Korban mengalami luka tusuk di bagian belikat kiri,” tambah Kasat Reskrim.Baca juga: Berbekal Tusuk Gigi, Komplotan Ganjal ATM Raup Rp 135 Juta Sebelum DitangkapSetelah kejadian tersebut, warga setempat melaporkan insiden ini kepada pihak kepolisian.Tim Satreskrim Polrestabes segera datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah korban.Saat ini, jenazah Al Kodirin telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara M Hasan Palembang.“Barang bukti berupa sebatang besi panjang 80 cm, sebatang bambu sepanjang 1 meter, serta truk milik korban sudah kami amankan. Pelaku saat ini masih kami kejar,” jelas AKBP Andrie Setiawan.


(prf/ega)