Perang Kentang vs Gas Air Mata, Demo Petani Berujung Bentrok

2026-01-11 23:04:53
Perang Kentang vs Gas Air Mata, Demo Petani Berujung Bentrok
BRUSSEL, - Ribuan petani menggelar aksi protes besar-besaran di Brussel, Belgia, pada Kamis . Mereka sampai memblokade jalan dengan traktor.Aksi itu digelar bertepatan dengan pertemuan para pemimpin Uni Eropa yang membahas perjanjian dagang kontroversial antara Uni Eropa dan blok Mercosur Amerika Selatan.Demonstrasi tersebut berujung bentrokan. Polisi mengerahkan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan massa, sebagaimana dilansir Euronews.Sedangkan para petani membalas dengan melempar kentang dan telur ke arah aparat.Para demonstran memusatkan aksi di sekitar Gedung Eropa, lokasi pertemuan para pemimpin 27 negara anggota Uni Eropa.Aksi serupa juga berlangsung di Place Luxembourg yang berjarak hanya beberapa langkah dari Gedung Parlemen Eropa.Baca juga: Petani Segel Pelabuhan Pakai Traktor, Muak Subsidi Tak Kunjung CairGelombang protes ini ditujukan terhadap perjanjian Uni Eropa–Mercosur.Perjanjian tersebut akan menghapus tarif hampir seluruh barang perdagangan antara Uni Eropa dan lima negara Mercosur, yakni Brasil, Argentina, Uruguay, Paraguay, dan Bolivia, dalam jangka waktu 15 tahun.Penolakan terhadap kesepakatan tersebut semakin menguat setelah Italia secara resmi menyatakan bergabung dengan Perancis dalam menentang ratifikasi perjanjian itu.Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengatakan kepada parlemen pada Rabu bahwa penandatanganan perjanjian itu terlalu dini.Baca juga: Diplomasi dari Secangkir Kopi, Dekatkan Petani Indonesia dengan Konsumen MarokoDia menegaskan Italia menginginkan jaminan timbal balik yang memadai bagi sektor pertanian negara tersebut sebelum memberikan persetujuan.Presiden Perancis Emmanuel Macron juga tiba di Brussel dengan sikap tegas menolak kesepakatan tersebut dan menyerukan negosiasi lanjutan pada Januari mendatang."Kami belum siap. Ini tidak masuk akal. Kesepakatan ini tidak bisa ditandatangani," kata Macron.Macron menyebut dirinya telah membahas penundaan perjanjian dengan para pemimpin Italia, Polandia, Belgia, Austria, dan Irlandia.Baca juga: Petani Afsel Umpankan 2 Wanita ke Babi demi Hilangkan Bukti PembunuhanPerundingan Uni Eropa–Mercosur telah berlangsung selama 25 tahun.Jika diratifikasi, perjanjian akan mencakup pasar dengan 780 juta penduduk serta sekitar seperempat produk domestik bruto global.Pendukung kesepakatan tersebut menilai, perjanjian ini dapat menjadi alternatif strategis di tengah pembatasan ekspor oleh China dan kebijakan tarif Amerika Serikat (AS).Sebaliknya, penolak pejanjian memperingatkan bahwa kesepakatan tersebut berpotensi melemahkan regulasi lingkungan dan merugikan sektor pertanian Uni Eropa.Baca juga: Tarif Impor Trump untuk RI Turun, tapi Petani Indonesia Bisa Terdampak


(prf/ega)