Jakarta Perluas Pasar Wisata Kolaboratif Lewat Indonesia Outing Expo 2025

2026-01-16 13:43:29
Jakarta Perluas Pasar Wisata Kolaboratif Lewat Indonesia Outing Expo 2025
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) berpartisipasi pada Indonesia Outing Expo (IOE) 2025. Pameran ini akan berlangsung pada 14-16 November 2025 di Hall A Jakarta International Convention Center (JICC) Senayan, Jakarta.Gelaran tersebut menjadi ajang promosi dan jejaring bisnis bagi pelaku industri pariwisata yang bergerak di bidang outing, gathering, incentive trip, dan experiential tourism. Melalui partisipasi ini, Jakarta berupaya memperkuat potensi wisata kolaboratif dan rekreatif, serta memperluas pasar destinasi di segmen perusahaan, komunitas, dan institusi pendidikan.Pada IOE 2025, Disparekraf menghadirkan Jakcation Pavilion sebagai identitas booth resmi Jakarta. Paviliun ini menjadi ruang kolaborasi bagi pelaku industri wisata dan kreatif untuk memperkenalkan beragam paket wisata serta produk unggulan berbasis pengalaman khas Jakarta.Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, Andhika Permata, mengatakan kehadiran Jakarta dalam IOE 2025 merupakan langkah strategis untuk membuka peluang kolaborasi dan memperluas eksposur destinasi wisata Ibu Kota kepada segmen korporasi dan komunitas."Indonesia Outing Expo menjadi momentum penting bagi Jakarta untuk memperluas pasar wisata kolaboratif dan rekreatif. Jakarta memiliki potensi besar, tidak hanya sebagai pusat bisnis nasional, tetapi juga destinasi yang menawarkan berbagai pilihan pengalaman unik bagi kegiatan outing, gathering, dan corporate trip," ujar Andhika dalam keterangannya, Sabtu .Tahun ini, Disparekraf bekerja sama dengan 12 pelaku industri pariwisata yang tergabung dalam Jakcation Pavilion, antara lain Pesona Wisata Globalindo, PT Satguru Travel and Tours, Hotel Borobudur Jakarta, PT Pergi Bersama EazyGO, PT Inti Jasa Kreatif, dan Indonesia Science Center (PP-IPTEK) TMII - Jakarta.Selain itu terdapat beberapa pelaku lainnya, seperti PT. Teknologi GoVirtual Indonesia (Enjoy Jakarta), OneAsia Tours Indonesia, Jakarta Experience Board/PT Jakarta Tourisindo (Perseroda), PT Transportasi Jakarta, PT Cakrawala Jakarta Kreatif, serta Wisata Kreatif Jakarta.Melalui kolaborasi ini, Jakarta menampilkan berbagai inovasi produk wisata berbasis pengalaman dan edukasi. Selain memperkuat promosi destinasi, keikutsertaan ini juga diharapkan dapat meningkatkan minat perusahaan dan komunitas untuk menjadikan Jakarta sebagai tujuan utama kegiatan outing, team building, dan incentive trip."Kami optimis, keikutsertaan Jakarta di IOE 2025 akan membuka peluang kemitraan baru, memperkuat jaringan industri, serta memberikan nilai tambah ekonomi bagi pelaku pariwisata dan masyarakat," imbuh Andhika.Keterlibatan Disparekraf DKI Jakarta di IOE 2025 mencerminkan komitmen Pemprov DKI dalam memperkuat citra Jakarta sebagai kota destinasi kolaboratif, rekreatif, dan kreatif yang dinamis di Indonesia.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-01-16 13:42