TPA Suwung Bakal Ditutup, Bangli Jadi Tempat Penampungan Sementara

2026-01-13 09:06:32
TPA Suwung Bakal Ditutup, Bangli Jadi Tempat Penampungan Sementara
DENPASAR, — Pemerintah pusat memastikan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung, Denpasar, resmi berhenti beroperasi mulai 1 Maret 2026. Gubernur Bali I Wayan Koster menegaskan, keputusan tersebut tidak bisa ditunda, sehingga daerah hanya memiliki waktu singkat untuk menata sistem pengelolaan sampah pengganti.Keputusan itu mengemuka dalam pertemuan antara Koster dan Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq di Denpasar, Senin . Pertemuan juga dihadiri Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, serta Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta.Baca juga: Wisatawan Domestik ke Bali Turun 700.000 Orang, Ini Kata Gubernur KosterKoster menyebut pemerintah daerah diminta bergerak cepat sebelum penutupan TPA Suwung diberlakukan.“Kami mendapat arahan dari Bapak Menteri agar menyiapkan langkah-langkah dalam dua bulan ke depan. Sehingga saat TPA Suwung ditutup, sudah tersedia solusi untuk mengatasi persoalan sampah, khususnya di wilayah Kota Denpasar dan Kabupaten Badung,” jelas Koster.Ia menyatakan, selama proyek Waste to Energy (WtE) dibangun, TPA di Kabupaten Bangli akan dimanfaatkan sebagai lokasi penampungan sementara.Sebagai langkah awal, Pemkot Denpasar dan Pemkab Badung diarahkan mengoptimalkan pengolahan sampah sejak dari sumbernya. Upaya itu mencakup pemanfaatan teba modern, TPS3R, serta TPST.“Upaya ini diharapkan mampu mengoptimalkan penanganan sampah di hulu. Sementara sisanya sedang dipersiapkan TPA di Bangli yang hanya akan digunakan sebagai tempat penampungan sementara,” ungkap dia.Menurut Koster, TPA di Desa Landih, Bangli, sejatinya bukan berstatus TPA regional. Namun, regulasi daerah memungkinkan kerja sama lintas kabupaten, termasuk dengan Denpasar dan Badung.Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menegaskan, persoalan sampah di Bali harus ditangani serius karena menyangkut wajah Indonesia di mata dunia.“Kami rapat bersama Gubernur, Wali Kota Denpasar, serta Bupati Badung dan Bangli untuk menyikapi pelaksanaan transformasi TPA Suwung hingga menjadi fasilitas WtE. Diperkirakan memerlukan waktu sekitar dua tahun,” jelasnya.Ia menambahkan, penutupan TPA Suwung bukan berarti kegagalan pemerintah dalam pengelolaan lingkungan.“Penanganan sampah harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Salah satu alternatifnya adalah revitalisasi TPA di Kabupaten Bangli. Kita hanya memiliki waktu sekitar dua bulan untuk melakukan peningkatan fasilitas TPA tersebut agar dapat digunakan sementara, sambil menunggu rampungnya proyek WtE,” tambah dia.Hanif juga mengakui bahwa penggunaan TPA Bangli membawa konsekuensi sosial dan lingkungan. Karena itu, menurutnya, upaya mengurangi volume sampah sejak dari hulu menjadi strategi utama agar pengiriman ke Bangli dapat ditekan semaksimal mungkin.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Dilansir dari Kompas.com, Senin , cabang bulu tangkis kembali menegaskan statusnya sebagai lumbung medali bagi Indonesia dengan menyumbangkan dua emas di SEA Games 2025.Pada nomor tunggal putra, Alwi Farhan keluar sebagai juara setelah melewati duel sengit melawan rekan senegara, Moh Zaki Ubaidillah.Laga final yang berlangsung selama lebih dari satu jam itu harus ditentukan lewat tiga gim, dengan Alwi akhirnya memastikan kemenangan.Keberhasilan Indonesia berlanjut di sektor ganda putra.Pasangan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani tampil solid di partai puncak dan menundukkan wakil Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik.Kemenangan dua gim langsung memastikan medali emas sekaligus memperkuat posisi Indonesia di papan klasemen.Sementara ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari menyumbang perunggu.Dari cabang wushu, Edgar Xavier Marvelo menutup kiprahnya di SEA Games dengan manis setelah meraih emas nomor taolu gabungan Chang Quan, Dao Shu, dan Gun Shu.Baca juga: Timnas U22 Indonesia Jadi Sorotan Media Vietnam Usai Gagal ke Semifinal SEA Games 2025Cabang atletik menjadi kontributor utama medali emas Indonesia pada hari pertandingan tersebut dengan total empat keping emas.Hendro Yap kembali menunjukkan konsistensinya dengan finis terdepan di nomor jalan cepat 20 kilometer putra, meninggalkan pesaing terdekatnya dari Myanmar.Dominasi Indonesia di nomor jalan cepat berlanjut lewat Violine Intan Puspita yang menjadi terbaik di sektor putri.Dari nomor maraton, Robi Syianturi tampil sebagai yang tercepat di kategori putra.Sementara itu, Odekta Elvina Naibaho kembali menegaskan reputasinya sebagai ratu maraton Asia Tenggara dengan meraih emas di nomor putri.Baca juga: Ratu Thailand Wakili Negaranya dalam SEA Games 2025, Cabor Apa?Tambahan medali emas Indonesia juga datang dari cabang skateboard nomor street.Hutomo Basral Graito tampil impresif sepanjang perlombaan dan menutup kompetisi dengan raihan skor tertinggi.Ia sukses mengungguli atlet tuan rumah serta pesaing lainnya, sekaligus melengkapi deretan emas Indonesia dari berbagai cabang olahraga di SEA Games 2025.(Sumber: Kompas.com/ Penulis: Yudha Riefwan Najib)sumber:https://sumut.antaranews.com/berita/648835/klasemen-medali-sea-games-2025-indonesia-kokoh-di-peringkat-kedua

| 2026-01-13 07:33