JAKARTA, - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan alasan mengapa dirinya kembali menempatkan dana pemerintah sebesar Rp 76 triliun di perbankan pada 10 November 2025.Menurut Purbaya, penempatan dana tersebut disalurkan sebagai komitmen menjaga likuiditas serta memastikan transmisi kredit berjalan optimal.Adapun penempatan tambahan dana Rp 76 triliun ditempatkan kepada PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), PT Mandiri Tbk (Mandiri), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), di mana masing-masing dari mereka mendapatkan Rp 25 triliun.Baca juga: Purbaya Ungkap Harus Bayar Bunga 6 Persen untuk Dana Pemerintah yang MenganggurSementara itu, Bank DKI juga mendapatkan alokasi dana Rp 1 triliun."Dana tersebut disalurkan ke BRI, Mandiri, BNI, dan Bank DKI sebagai bagian komitmen menjaga likuiditas serta memastikan transmisi kredit berjalan optimal," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa, Jakarta, Kamis .Harapannya, gelontoran dana tersebut dapat disalurkan ke sektor-sektor produktif sebagai kredit, serta untuk mendongkrak base money atau uang beredar yang sebelumnya tumbuh 13,3 persen namun melambat menjadi 7,8 persen pada Oktober 2025.Dampak adanya penurunan uang beredar, menurut Purbaya, cukup signifikan sehingga pemerintah perlu memberikan suntikan dana tambahan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.Menurut mantan bos LPS ini, tanpa intervensi pemerintah, penurunan base money dikhawatirkan dapat menghambat perputaran uang, terutama di sektor riil.Sekadar informasi, hingga Oktober 2025, penyaluran dana pemerintah sebesar Rp 200 triliun oleh bank-bank Himbara dan BSI telah mencapai Rp 188 triliun atau 94 persen.Baca juga: Penjual Pakaian Bekas Impor Minta Dilegalkan, Purbaya: Saya Enggak Peduli
(prf/ega)
Ini Alasan Purbaya Tambah Penempatan Dana Rp 76 Triliun ke Perbankan
2026-01-12 04:55:37
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:26
| 2026-01-12 05:20
| 2026-01-12 05:16
| 2026-01-12 04:42
| 2026-01-12 03:55










































