MEDAN, - Bupati Tapanuli Utara Jonius Hutabarat dan Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu berjibaku untuk membuka akses menuju Kota Medan, Rabu .Hal ini dilakukan karena putusnya jalur transportasi akibat terkena longsor dan banjir.Jonius turun bersama dengan Forkopimda, TNI-Polri, serta Balai Jalan Nasional untuk berusaha membuka akses jalan.Baca juga: Banjir Parah di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan, Desa Terendam, Jalan Amblas, Jembatan Putus"Kondisi saat ini, karena akses dari Medan itu harus lewat dari Taput (Tapanuli Utara), kita di sini sedang berusaha membuka akses," kata Jonius dalam video yang diunggah akun TikTok Bidtik Polda Sumut pada Rabu .Dalam video itu, tampak personel Polda Sumut sedang berkomunikasi dengan Jonius dan Masinton menggunakan perangkat Starlink.Jonius menuturkan, pihaknya masih mendata korban yang terdampak. Di samping itu, dapur umum sedang dibuka untuk para korban.Baca juga: [HOAKS] Penampakan Harimau Saat Banjir di Sibolga, Tapanuli"Kalau jaringan belum bisa kita pastikan stabil. Akses internet, telepon juga tidak bisa sama sekali," ucap Jonius."Untuk akses jalan ke Tapteng aja kita berusaha. Mungkin dalam dua hari ini. Tapi untuk saat ini kita sudah ada di km 14. Masih ada kurang lebih 30 km lagi yang harus kita tembuskan," tambahnya.Sementara posko masi dibuat di Kantor Bupati, Kecamatan, sampai Polsek. Untuk pengungsi saat ini diarahkan ke tempat ibadah yang lokasinya aman.Baca juga: Desa Masih Rawan Banjir Bandang, Keluarga di Tapanuli Bingung Tentukan Tempat Pemakaman KorbanDi lain pihak, Masinton menyampaikan Tapteng dalam kondisi siaga bencana akibat dari cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari ini di kawasan pantai barat Sumut."Khususnya Tapteng yang menghadap ke Samudera Hindia begitupun dengan Taput dan Tapsel, semua terdampak," ucap Masinton.Ia menurunkan, salah satu titik evakuasi warga berada di Aula GOR Pandan, kantor pemerintahan, tempat ibadah dan lainnya."Namun kondisinya sebagian besar terkena banjir. Maka dibeberapa tempat ibadah yang layak dijadikan tempat evakuasi," ungkap Masinton.Perlu diketahui, banjir bandang dan longsor menerjang tujuh kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara sejak 24-25 November 2025.Untuk longsor dan banjir terjadi bersamaan di Kota Sibolga, Tapanuli Utara Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan.Sedangkan, Kota Padangsidimpuan, Mandailing Natal, dan Nias Selatan terendam banjir.Sejauh ini dilaporkan da 17 warga meninggal dunia dan 58 lainnya terluka.
(prf/ega)
Bupati Taput–Tapteng Berjibaku Buka Jalur Longsor dan Banjir, 30 Km Jalan Belum Bisa Ditembus
2026-01-12 03:55:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 02:55
| 2026-01-12 02:31
| 2026-01-12 02:10
| 2026-01-12 01:43










































