Suryo Utomo Diperiksa Kejagung, Ini Profil Lengkapnya

2026-01-17 05:19:59
Suryo Utomo Diperiksa Kejagung, Ini Profil Lengkapnya
- Kejaksaan Agung (Kejagung) memanggil dan memeriksa mantan Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kepatuhan Pajak, Suryo Utomo (SU), terkait penyidikan dugaan korupsi dalam proses pembayaran pajak untuk periode 2016–2020.Suryo Utomo, yang juga pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak, dimintai keterangan sebagai saksi oleh tim penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus pada Selasa .Di hari yang sama Suryo Utomo diperiksa Kejagung, penyidik turut memeriksa Kepala KPP Madya Dua Semarang, Bernadette Ning Dijah Prananingrum (BNDP), guna melengkapi rangkaian pemeriksaan dalam perkara tersebut.Kejagung saat ini memang tengah mendalami dugaan praktik dugaan korupsi pajak pada rentang 2016–2020. Dugaan sementara menunjukkan adanya kerja sama ilegal antara oknum pegawai Direktorat Jenderal Pajak dan sejumlah wajib pajak.Baca juga: Ironi Dirjen Pajak Suryo Utomo: Triple Job Saat Penerimaan Pajak JeblokKolusi dalam korupsi dugaan pajak tersebut dilakukan untuk menurunkan nilai pajak yang seharusnya dibayarkan perusahaan atau wajib pajak tertentu. Sebagai kompensasi, pihak wajib pajak diduga memberikan sejumlah uang kepada pegawai pajak yang terlibat.Suryo Utomo merupakan pejabat lama di lingkungan Kementerian Keuangan. Ia memulai perjalanan kariernya sebagai aparatur sipil negara pada 1993.Saat itu, selepas lulus kuliah dari Universitas Diponegoro (Undip), ia diterima sebagai pegawai pajak dan ditempatkan sebagai pelaksana di Sekretariat Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan.Setelah menjadi PNS pajak, ia melanjutkan pendidikan Master of Business Taxation di University of Southern California, Amerika Serikat (1998), dan program Doctor of Philosophy in Taxation dari Universiti Kebangsaan Malaysia.Baca juga: Sri Mulyani Lantik Suryo Utomo Jadi Dirjen PajakPerjalanan kariernya terus menanjak. Pada 1998, ia dipercaya menjadi Kepala Seksi PPN Industri, lalu pada 2002 menjabat sebagai Kepala Seksi Pajak Penghasilan Badan. Di tahun yang sama, Suryo mendapatkan promosi sebagai Kepala Subdirektorat Pertambahan Nilai Industri.Empat tahun kemudian, ia memimpin Kantor Pelayanan Pajak Penanaman Modal Asing Tiga. Pada 2008, ia kembali mendapat amanah sebagai Kepala Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Satu.Kariernya terus berlanjut. Pada 28 Maret 2009, Suryo ditunjuk sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Tengah I.Setahun setelahnya, ia dipercaya memegang jabatan Direktur Peraturan Perpajakan I. Kemudian, mulai 31 Maret 2015, ia menduduki posisi Direktur Ekstensifikasi dan Penilaian.Baca juga: Kekayaan Dirjen Pajak Suryo Utomo Capai Rp 14,4 Miliar: Punya Harley hingga RX King(Tim penulis: Meutia Fauzia, Yoga Sukmana)Artikel ini juga bersumber dari pemberitaan di berjudul: "Ini Profil Dirjen Pajak Suryo Utomo"


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-01-17 04:28