Spesifikasi GWM Tank 500 HEV, Mobil Termahal Milik Endipat Wijaya

2026-01-14 05:04:38
Spesifikasi GWM Tank 500 HEV, Mobil Termahal Milik Endipat Wijaya
JAKARTA, - Nama anggota Komisi I DPR RI, Endipat Wijaya, sedang menjadi sorotan publik usai pernyataannya yang menyinggung donasi Rp 10 miliar untuk Sumatera.Namun di balik ramainya pembahasan soal komentar tersebut, perhatian publik juga tertuju pada deretan kendaraan mewah yang ia miliki terutama satu model yang disebut sebagai mobil termahal dalam garasinya, GWM Tank 500 HEV.SUV bongsor asal China itu memang tengah naik daun. Selain karena dimensi dan desainnya gagah, model ini hadir dengan teknologi hybrid yang membuatnya semakin menarik di segmennya.Baca juga: Komunitas Gran Max dan Luxio Dukung Daihatsu Kumpul Sahabat BitungDi Indonesia sendiri, Tank 500 HEV dipasarkan di kisaran Rp 1,1 miliar, menjadikannya salah satu SUV 7-seater hybrid mahal di pasar domestik.Tank 500 HEV memiliki desain depan yang mengingatkan pada SUV premium Amerika, dengan grille besar krom mengilap, lampu LED menyiku, serta bodi yang dipenuhi garis tegas.- GWM Tank 500 HEV Dimensinya juga cukup bongsor, yakni panjang 5.070 mm, lebar 1.934 mm, dan tinggi 1.905 mm, serta wheelbase 2.850 mm.Dengan ukuran tersebut, Tank 500 HEV berada di kelas yang sama dengan Toyota Land Cruiser Prado dan Jeep Grand Cherokee, namun hadir dengan pendekatan teknologi yang berbeda.Untuk pasar Indonesia, Tank 500 HEV dibekali mesin 2.0 liter. Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga sebesar 342 Tk dan torsi 648 Nm. Tenaga tersebut disalurkan melalui ke roda melalui sistem transmisi hybrid otomatis 9-percepatan.Baca juga: GWM Resmikan Diler ke-16 di Jakarta BaratMasuk ke kabinnya, nuansa premium langsung terasa. Material kulit, ornamen metal, dan layout dasbor modern membuat Tank 500 HEV terasa seperti SUV Eropa.Soal keamanan, fitur canggih untuk menjamin keselamatan, seperti Intelligent Cruise Assistance dan Traffic Jam Assistance, Traffic Signal Recognition, dan juga Lane- Keeping Assistance+ Blind Spot Detection.Bicara harga, SUV flagship dari GWM ini banderol Rp 1,19 miliar.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-01-14 03:54