Aiptu Ruslan Siapkan Tenda Gratis untuk Warga Palopo: Saya Ingin Bermanfaat

2026-01-16 07:41:27
Aiptu Ruslan Siapkan Tenda Gratis untuk Warga Palopo: Saya Ingin Bermanfaat
Aiptu Ruslan bertekad untuk mewakafkan diri ketika mengemban amanah sebagai petugas kepolisian. Bhabinkamtibmas Polsek Wara itu menyediakan motor sampah hingga tenda gratis untuk warga di Palopo, Sulawasi Selatan."Yang jelas bahwa ketika saya diberikan amanah oleh pimpinan menjadi Bhabinkamtibmas saya berniat mewakafkan diri saya di mana saya bertugas, dalam prinsip saya 'sebaik-baiknya manusia itu adalah manusia yang bermanfaat bagi sesamanya', maka saya mencoba bagaimana bermanfaat bagi orang lain," kata Aiptu Ruslan dalam program Hoegeng Corner detikPagi, Selasa (2/12/2025).Aiptu Ruslan juga merupakan polisi santri yang ditetapkan Polda Sulsel sejak tahun 2016. Berbagai program dibuat Aiptu Ruslan di wilayah bianaannya, mulai dari motor pengangkut sampah hingga penyediaan tenda gratis untuk warga."Ketika ada warga saya mengalami kedukaan, biaya yang dikeluarkan warga mulai dari penyewaan tenda, mengkafani jenazah, kemudian memandikan, kemudian memasukkan jenazah ke liang lahat ini membutuhkan biaya yang sangat luar biasa, terutama tenda," kata dia.Ruslan mengatakan warga bisa menghabiskan jutaan rupiah ketika menyewa tenda dan kursi. Dari situ, dia ingin meringankan beban warga."Tenda itu sewanya 250 ribu per petak, jadi kalau 4 jadi Rp 1 juta sehari, jadi kalau di wilayah kami itu kalau ada kematian bisa sampai 3 hari, jadi tenda itu terpasang sampai 3 hari, mengeluarkan uang banyak Rp 3 juta untuk khusus tenda saja, belum lagi kursi," tutur dia.Ruslan kemudian menghitung biaya untuk membeli tenda dan kursi. Selanjutnya, dia mengeluarkan biaya pribadi untuk pengadaan."Sehingga saya melihat itu, saya terpanggil, saya mengadakan tenda, saya hitung biayanya, saya bisa, sehingga saya membuat tenda, kemudian kursi gratis, kemudian juga bantuan kepada masyarakat kain kafan gratis," ucap dia.Kini warga tak lagi mengeluarkan biaya untuk menyewa tenda. Tenda ini bisa digunakan secara gratis oleh warga yang tengah mengalami kedukaan ataupun ketika hajatan."Yang tadinya masyarakat membutuhkan Rp 5 juta paling sedikit dalam pengeluaran ketika ada kedukaan, alhamdulillah ini sudah tidak ada lagi, 0 rupiah, semua saya tangani, dan ini mendapatkan respons yang luar biasa kepada pimpinan kami maupun masyarakat kami," ucapnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Dampak kecelakaan tersebut dinilai sangat fatal. Sebanyak 16 penumpang dinyatakan meninggal dunia. Rinciannya, 15 korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Selain korban meninggal, sebanyak 17 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sembilan korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Fakta lain yang terungkap dalam penyelidikan awal adalah latar belakang pengemudi bus. Sopir PO Cahaya Trans tersebut diketahui masih tergolong baru mengemudikan rute Bogor–Yogyakarta.Pengemudi baru dua kali melakukan perjalanan pulang-pergi pada rute tersebut dan kini telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam peristiwa kecelakaan maut di Tol Kota Semarang ini, pengemudi dilaporkan hanya mengalami luka ringan.Baca juga: Kecelakaan Bus di Tol Krapyak Semarang, Polisi Dalami Dugaan Sopir Minim Jam TerbangDok. SAR Semarang Kecelakaan maut terjadi di ruas simpang susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang, Jawa Tengah terjadi pada Senin pukul 00.30 WIB dini hari. Salah satu korban selamat adalah kernet bus, Robi Sugianto (51), warga Bumiayu, Kabupaten Brebes.Robi mengalami patah tulang pada kaki kanan serta luka di bagian kepala. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kernet berada di bagian depan bus dan menyadari kendaraan tiba-tiba miring ke kanan sebelum akhirnya terguling dan menghantam pembatas jalan tol.Polda Jawa Tengah memastikan seluruh korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans mendapatkan penanganan medis secara maksimal dan profesional.Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan tunggal di Simpang Susun Krapyak tersebut masih dalam proses penyelidikan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemeriksaan kondisi kendaraan, kontur dan kondisi jalan, hingga faktor pengemudi.Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Penampakan Bus Maut Kecelakaan di Tol Krapyak Semarang Akibatkan 16 Orang Meninggal

| 2026-01-16 06:45