India-Bangladesh Memanas, Saling Balas Tangguhkan Visa

2026-01-13 17:35:23
India-Bangladesh Memanas, Saling Balas Tangguhkan Visa
Penulis: Murali Krishnan/DW IndonesiaNEW DELHI, - Hubungan diplomatik antara India dan Bangladesh mencapai titik nadir usai Dhaka menangguhkan layanan visa dan konsuler di kantor perwakilannya di New Delhi dan Agartala pada 22 Desember 2025. Keputusan itu diambil menyusul adanya protes di luar fasilitas tersebut.India sebaliknya juga menangguhkan layanan visa di pusat aplikasi visa Chittagong di Bangladesh menyusul protes keras yang dipicu oleh kematian aktivis terkemuka Bangladesh, Sharif Osman Hadi.Hadi (32) adalah pengkritik keras India dan tokoh penting dalam pemberontakan 2024 yang mengakhiri 15 tahun kekuasaan otoriter mantan Perdana Menteri Bangladesh, Sheikh Hasina.Baca juga: Bangladesh Memanas, Tokoh Mahasiswa Ditembak di Kepala oleh Orang Tak DikenalDia meninggal dunia pada 18 Desember di rumah sakit Singapura, setelah seminggu sebelumnya ditembak di kepala oleh seorang pria bertopeng yang mengendarai sepeda motor di Ibu Kota Dhaka.ANADOLU AGENCY/IMAGO/ABDUL GONI via DW INDONESIA Para pengunjuk rasa di Dhaka menuntut keadilan menyusul pembunuhan pemimpin pemuda Sharif Osman Hadi.Pemimpin sementara Bangladesh, Muhammad Yunus, menyebut penembakan itu sebagai serangan terencana yang dilakukan oleh jaringan kuat dengan tujuan menggagalkan pemilu yang dijadwalkan pada Februari 2026.Ketegangan antara India dan Bangladesh meningkat setelah pembunuhan Dipu Chandra Das, seorang pria berusia 25 tahun yang dibakar hidup-hidup di depan umum di distrik Mymensingh, Bangladesh, atas tuduhan menghina agama.Beberapa wilayah di India, termasuk Kolkata dan Hyderabad, dilanda protes oleh kelompok agama terkemuka yang menuntut keadilan bagi Das.Banyak yang membawa poster dan spanduk dengan slogan seperti "India tidak akan menolerir penyiksaan terhadap umat Hindu di Bangladesh."New Delhi dan Dhaka memanggil utusan masing-masing minggu ini, dalam aksi balasan untuk menyatakan keprihatinan atas situasi yang telah meningkat menjadi penangguhan layanan visa timbal balik, dan meningkatnya ketegangan terkait keselamatan minoritas dan keamanan diplomatikPenangguhan visa ini berdampak pada puluhan ribu warga Bangladesh yang secara berkala melakukan perawatan medis di India. Sebabnya konflik teranyar dipandang ikut menciptakan dimensi kemanusiaan.India dengan tegas menolak upaya Bangladesh untuk menyamakan protes di fasilitasnya di Dhaka dengan protes di luar misi Bangladesh di India.Baca juga: Sukses Gulingkan Pemerintah, Gen Z Bangladesh Kesulitan Cari Dukungan Jelang Pemilu 2026"India terus memantau situasi yang berkembang di Bangladesh. Pejabat kami tetap berhubungan dengan pihak berwenang Bangladesh dan telah menyampaikan keprihatinan kuat kami atas serangan terhadap minoritas. Kami juga mendesak agar pelaku pembunuhan barbar terhadap Das dibawa ke pengadilan," kata Randhir Jaiswal, juru bicara Kementerian Luar Negeri India.Penangguhan visa ini merupakan dampak paling nyata bagi warga biasa sejak ketegangan meningkat. India sebelumnya mengeluarkan sekitar 1.500 visa per hari untuk warga Bangladesh, dengan prioritas pada visa medis dan darurat.Seluruh alur pasien terdampak, terutama bagi mereka yang membutuhkan visa baru, janji tindak lanjut, dan perawatan darurat.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Bersamaan dengan hal tersebut, pemateri sekaligus psikolog, Muslimah Hanif mengatakan, hasil dari rapid asesmen yang dilakukan menunjukkan lebih dari 50 persen peserta menunjukkan emosi cenderung sedih.Ada sebagian dari mereka menunjukkan hasil emosi senang karena dapat bermain dan berjumla dengan teman-temannya.Hasil lain juga didapat dari wawancara informal dengan kepala sekolah dan guru. Sebagian besar dari mereka masih merasa cemas dan memerlukan bantuan untuk mengurangi rasa khawatir terkait dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu serta dampak dari bencana yang terjadi, ujar Muslimah.Selanjutnya, Kemendikdasmen juga akan melakukan pendampingan psikososial di beberapa titik lokasi bencana. Dengan harapan, warga satuan pendidikan terdampak bencana tetap semangat dan terbangun rasa senang dalam proses pembelajaran.DOK. KEMENDIKDASMEN Mendikdasmen Abdul Mu?ti saat mengajak siswa menyanyi bersama di tenda darurat Dusun Suka Ramai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara .Pemulihan psikologis murid menjadi langkah penting sebelum proses belajar-mengajar dimulai kembali. Tanpa penanganan tepat, trauma ini dapat berkembang menjadi gangguan jiwa serius di kemudian hari dan menghambat potensi anak-anak dalam jangka panjang.Anak-anak dan remaja adalah kelompok sangat rentan terhadap trauma pascabencana. Mengalami banjir, kehilangan rumah, harta benda, atau bahkan orang yang dicintai dapat memicu gangguan kesehatan mental.Baca juga: Kementrans Monitoring Kawasan Transmigrasi Terdampak Banjir SumateraPenting juga untuk diingat bahwa guru juga menjadi korban dan mengalami trauma. Guru yang lelah secara emosional atau mengalami trauma sendiri tidak akan siap untuk mengajar secara efektif, yang pada akhirnya memengaruhi siswa.Dukungan tepat dan berkelanjutan sangat penting agar anak-anak dapat memproses trauma yang mereka alami, bangkit kembali, dan melanjutkan tugas perkembangan mereka dengan baik.

| 2026-01-13 17:44