JAKARTA, – Wacana mengenai insentif untuk kendaraan hybrid pada 2026 kembali menjadi perhatian, terutama di tengah kondisi pasar otomotif melambat.Menanggapi hal tersebut, GWM Indonesia memberikan pandangan terkait penting tidaknya insentif bagi kendaraan berteknologi hybrid sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan industri otomotif nasional.CEO Inchcape GWM Indonesia Bagus Susanto mengatakan, pemerintah memandang industri otomotif sebagai sektor strategis karena memiliki rantai bisnis yang panjang, mulai dari proses produksi, pemasok komponen, hingga distribusi, dan pembiayaan.Baca juga: Simak Harga Bekas Nissan Serena, Sudah MurahArtinya, setiap kebijakan yang menyentuh sektor otomotif akan berdampak pada banyak industri lain.“Pemerintah melihat industri otomotif sebagai industri strategis karena rantainya panjang, mulai dari produksi, suplier sampai distribusi dan pembiayaan. Efeknya itu menyangkut berbagai industri yang lain,” ujar Bagus, saat ditemui di Jakarta Barat, Rabu .Menurutnya, kondisi pasar otomotif tahun ini masih cukup berat, bahkan turun sekitar 10 persen dari tahun lalu. Dalam situasi seperti ini, perhatian pemerintah dibutuhkan untuk memastikan industri tetap bergerak dan tidak memperlambat laju ekonomi nasional.Foto: /Adityo Haval Jolion “Kita tahu pasar industri otomotif tahun ini masih agak berat dibandingkan dengan tahun lalu, turun sekitar 10 persen. Jadi atensi dari pemerintah kita adalah bagaimana mengembangkan industri otomotif ke depan, karena kalau berkembang efek multiplayer-nya panjang. Akan lebih banyak diler dibuka, produk dimasukkan, investasi baik itu di suplier atau OEM,” kata Bagus.Terkait insentif kendaraan hybrid, Bagus menilai kebijakan tersebut pada dasarnya berada dalam kerangka besar pemerintah dalam mendukung pertumbuhan industri otomotif Indonesia.Insentif disebut dapat memicu percepatan investasi dan memperluas adopsi kendaraan ramah lingkungan di pasar domestik.“Insentif masuk dalam kerangka itu tadi, bagaimana pemerintah mendukung pertumbuhan industri otomotif di Indonesia ke depan yang pada akhirnya membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan,” kata dia.Baca juga: Bos Gresini Racing Cerita Soal Perlakukan Seksis di Paddock MotoGPMeski begitu, keputusan final mengenai bentuk dan implementasi insentif pada 2026 sepenuhnya berada di tangan pemerintah.Namun, dukungan kebijakan akan sangat membantu pelaku industri untuk lebih agresif menghadirkan teknologi baru, termasuk hybrid, yang saat ini mulai mendapat perhatian lebih besar dari konsumen di Indonesia.Dengan kondisi pasar yang masih menantang, kebijakan strategis seperti insentif dinilai dapat menjadi katalis bagi transformasi industri, sekaligus mendorong percepatan penggunaan kendaraan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.Diketahui, Pemerintah Indonesia melalui PMK 12/2025 memberikan insentif pajak untuk mobil hybrid di tahun ini berupa PPnBM DTP (Ditanggung Pemerintah) sebesar 3 persen yang berlaku dari Januari hingga Desember 2025.
(prf/ega)
Respons GWM terkait Rencana Insentif Mobil Hybrid
2026-01-12 06:24:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:27
| 2026-01-12 05:45
| 2026-01-12 04:45
| 2026-01-12 04:42
| 2026-01-12 04:28










































